Rabu, 25 Januari 2012

kejujuran ini...

Siapa yang mampu membohongi hati...
aku hanya tidak ingin terlalu lama memendamnya,
yang aku takutkan,, dengan terus menahannya,
aku malah tidak sanggup menahan deras arus perasaan ini..
inginnya melupakan, tapi malah tertanam, mengakar..
ah... bongkah perasaan ini memang aneh..
seandainya aku bisa memutar kembali jarum jam,
untuk mengetahui, kapan tepatnya rasa ini menerabas dinding hati yang perlahan mulai tertata,
untuk ku cegah,,, tapi hasilnya...
aku malah semakin memikirkannya..
mengukir detail garis wajahnya dalam lamunan,
mencoba mengingat2 segala keindahan yg kutemukan..
senyumnya yg sabit, matanya yg bola...
indah..
lalu apa yg bisa kulakukan?
kembali menengok bingkai wajahnya, yang tertata rapi dalam galeri hati ini...

seandainya aku tahu, akan seperti ini jadinya...
pertemuan yang terjadi hanya dalam hitungan menit itu,
dengan perbincangan ringan, saling mengenalkan.
berhasil mengacaukan pikiranku tiap menit juga untuk memikirkanmu..
dalam curi2 pandang, cari perhatian,,
tanpa izin untuk terus memperhatikan kediamanmu..

benarkah ini cinta ??
sedang yg dicinta, tetap tenang dalam singgasananya...

Meski sesaat,
bersyukur bisa mengenalmu..
hanya harus kau tahu ini bukan perasaan yang sesaat lalu pergi dan terlupakan..

semoga bisa bertemu lagi.. ^_^

masih berandai-andai bahwa aku bisa memilikinya.

Jumat, 20 Januari 2012

kau aku.

Melihat diri ini...
menyadari betul...
sangat mustahil bila aku bisa nampak diantara cahaya-cahaya yang begitu besar di kehidupanmu.
jangankan untuk menjadi lebih, menyamainya saja sudah tak berani aku impikan..
bagaimana bisa aku menjadi matahari, yang pancaran sinarnya sampai ke setiap sudut bumi ini,
sedang aku...??
untuk menjadi cahaya yang muncul dari satu pentul korek yang menyinari 1 sudut kamar pun, masih ragu :)

Rabu, 11 Januari 2012

God, i'm quit

Tuhan bila ini benar bukan sebuah akhir,
maka pertemukan aku dengan awal yang baru..
aku tau, tidak ada sesuatu pun yang bisa kita dapat dengan mudah,
semua perlu pengorbanan,
Tapi tuhan,,,
apakah harus sesulit ini, bahkan untuk mempertahankan mimpi saja..
Wahai Dzat yang Maha segalanya...
Dari sisi-Mu lah segala bentuk perasaan ini tumbuh..
Cita-cita ini tercipta,
mimpi ini hadir..
dan kini aku kembalikan saja padaMu.
Kau maha tau yang terbaik untukku...

19 tahun, menatap masa depan dengan melewati begitu banyak hal yang menyakitkan.
kini telah sampai pada titik dimana aku harus melepas dan melupakan semuanya.
Pegangi aku Tuhan..

I'm Quit..

Senin, 02 Januari 2012

tak butuh judul

Aku tahu,, dan sadar betul, hal yang memperkenalkan kita bukanlah cara yang baik..
kesalahpahaman, selisih, dan prasangka..
ah,, rasanaya ingin kubuang semua hal itu,,
yang memaksa kita perang batin tak berkesudahan.

ada kalanya kita nampak berdamai,, meski sejatinya saling tersakiti..
kau juga aku.
sebisa mungkin aku menepis semua perasaan ini,,
memastikan bahwa semua baik-baik saja,
tapi aku salah,, ternyata tidak mudah ..
ah,, seandainya aku punya cara terbaik untuk menjelaskan semua ini..