Rabu, 22 Februari 2012

Bukan Dia, tapi Aku

Entah apa yang terjadi, sebenernya sudah lama tau lagu ini,
tapi kenapa tiba2 kemarin baru bener-bener suka banget sama lagu yang di nyanyikan oleh Judika Runner up Indonesian idol ini...
Rasnya seperti apa ya,, susah dijelaskan, tertujunya pun tak jelas pada siapa..
klo biasanya aku suka lagu itu karena kronologis lagu tersebut beda2 tipis sama apa yg pernah aku alami,
kali ini gk.. suka begitu aja...

berulang kali kau menyakiti
berulang kali kau khianati
sakit ini coba pahami
ku punya hati bukan tuk disakiti
* ku akui sungguh beratnya
meninggalkanmu yang dulu pernah ada
namun harus aku lakukan
karena ku tahu ini yang terbaik
ku harus pergi meninggalkan kamu
yang telah hancurkan aku
sakitnya, sakitnya, oh sakitnya


ku harus pergi meninggalkan kamu
yang telah hancurkan aku
sakitnya, sakitnya, oh sakitnya
cintaku lebih besar darinya
mestinya kau sadar itu
bukan dia, bukan dia, tapi aku
begitu burukkah ini
hingga ku harus mengalah
ku harus pergi meninggalkan kamu
yang telah hancurkan aku
sakitnya, sakitnya, oh sakitnya


(cintaku) cintaku
(lebih besar dari benciku) lebih besar dari benciku
cukup aku yang rasakan
(jangan dia) jangan dia
(jangan dia) jangan dia cukup aku
(jangan dia jangan dia) cukup aku
(jangan dia)



Source: http://liriklaguindonesia.net/judika-bukan-dia-tapi-aku.htm#ixzz1n4yOgfjT

Jawab atas Do'a

Saat menulis ini, entah apa yang tiba-tiba hinggap dalam hati..
rasa sedih,galau,bercampur aduk tak beraturan...
Maafkan aku Tuhan, bila hari-hari ini seakan tak pernah selesai dengan keluhan....
Tuhan, mengapa aku berbeda?
bahkan sulit bagiku membedakan antara do'a dengan keluhan..
aah,
Rasanya ingin menarik diri dari dunia ini,
sungguh ya Rabb, semuanya terlalu menyakitkan,
atas segala perjuangan dan usaha demi jawaban atas do'a yang setiap waktu aku ulang-ulang
dalam terjagaku, dalam sujud di sepertiga malam-Mu, ah,,, apa caraku terlalu berlebihan?
Apa harus aku kalah dan menyerah atas mimpi-mimpi indah masa kecilku hanya karena kekejaman realita ini?

Semalam saat nonton film "Hafalan sholat Delisa", ada dialog anatara Delisa dan Ustadz Rahman, yang berhasil bikin saya nyesek, kurang lebih seperti ini
Delisa:"Ustadz Rahman kenapa ya Delisa susah sekali melakukannya?"
Ust. Rahman :"Susah apanya?"
Delisa :" Pokoknya delisa susah sekali melakukannya!"
Ust. Rahman :" orang yang susah melakukan sesuatu itu, sebab hatinya tidak ikhlas!"
Delisa :"Tidak ikhlas bagaimana ustadz?"
Ust. Rahman:" Tidak ikhlas itu artinya dia melakukan sesuatu bukan karena ALLAH....... !"

Astagfirullah.. Ampuni aku ya Rabb, apakah itu juga berarti jawaban atas do'a yang selama ini ku ulang-ulang..
tanpa disadari, mungkin semua yang aku impikan, masa depan yang aku harapkan perjuangan dan usaha yang ku lakukan telah tersisipi niat yang tidak sepenuhnya karenaMu

Ya Rabb... beri aku kesempatan untuk menjadi lebih baik lagi, untuk senantiasa terus memperbaiki diri ini...
lapangkan hati ini dengan keikhlasan dan kesyukuran atas apa yang ku terima.
Wahai Zat yang membolak-balikkan hati,
tetapkanlah hati kami dalam agama-Mu

Ya Allah yang Maha Memalingkan hati ,
palingkanlah hati kami dalam keta'atan kepada-Mu,  


" Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu.. dan boleh jadi ( pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Alloh mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.." ( QS Al Baqoroh:216)
Sungguh, apapun takdir yang ku terima itu yamg terbaik, dan tidak ada yang terbaik dari itu...

Sabtu, 11 Februari 2012

Dia itu....

Dia itu.. keindahan yang tak terbahasakan..
tidak oleh pahat seorang pengukir,
tidak oleh kuas seorang pelukis,
tidak pula oleh sajak seorang penyair...

keapaadaannya..
berhasil mencuri tempat disini..
di hati ini..

andai bisa membekukan waktu saat itu..
untuk tetap menikmati teduh tatapnya,
sabit senyumnya,,,

ah.. seperti takan pernah habis sajak tercipta karenanya..
tapi waktu terus berjalan, dan aku tetap diam.
menghitung tiap jejak langkah yang kau tinggalkan.
dari belakang kuperhatikan...
kau membuatku terperangkap cinta lagi ^_^

Jumat, 10 Februari 2012

Nabung Dosa gara2 pacaran 2



‎[repost]

A: Kak, kakak ini pemberani yah?

B: (Benerin rambut) Iyah dong, baru tau? By the way tumben kamu muji kakak pemberani?

A: Salut aja sama kakak, udah berani pacaran sebelum nikah.

B: Gitu doang mah gampang adek.

A: Berani nanggung patah hati: kalau tuh pacar ternyata bukan jodoh kakak. Berani kesiksa rindu kalau si pacar ga ada kabar, berani nge-langgar batasan agama, berani nge-jadiin dosa yang udah banyak semakin berlipat, berani nge-langgar apa yang udah dilarang-Nya, berarti berani juga dong nginep di neraka?
B: (Nelen ludah) Apaan sih lo dek? Sok tau!
A: Masih mending kak, daripada sok berani!, Allah kok dilawan? (ngloyor pergi)

-Eits, yang ga suka sama nih, plis jangan anarkis, tetep senyum manis [:p]
*pemudaislam

Kamis, 09 Februari 2012

Meracau jilid 2

16 purnama, sejak memulai perantauan ini, ternyata bukan waktu yang cukup untuk aku menyesuaikan diri, menikmati perubahan yang total.
ya, aku memang bukanlah orang yang pandai menyesuaikan, meski satu sisi aku bisa sangat cair dengan orang2 yang baru aku kenal,
sulit bagiku berdamai dengan keadaan ini, aku tumbuh dalam dunia yang berbeda, dengan apa yang aku temukan sekarang, aku selalu berusaha mencari kecocokan dari setiap yang ku lakuakan.. berusaha menjadikannya satu.. tapi ternyata, selain lelah dan mengalah aku bisa apa?
Egoisku ini, tak bisa diterka besarnya..
tapi kelamahanku, aku tak pernah bisa mempertahankan apa yang aku inginkan, mengalah, jalan satu-satunya, ya,, agar hatiku lebih damai melihat wajah2 tersenyum penuh kemenangan..
tapi apa daya, kelainan yang bersemayam dalam diri ini, membuatku sulit menerima keadaan ini,
sekali-kali, aku ingin juga dimengerti, tapi ternyata tidak juga..
hanya bisa menarik nafas panjang,dengan segala keterasingan ini.
meskipun begitu juga, tetap saja aku terlihat bodoh dihadapan mereka,
apapun yang kulakukan,selalu saja salah
dan apa saja yang ku katakan, hanya dianggap sebagai celoteh bocah 19 tahun yang tak tahu apa2, tak ada gunanya, dan tahukah kalian, yang menyakitkan itu adalah ketika kita ada, tapi tidak berfungsi apa2, itu sangat,dan sangat menyakitkan.
sejak saat itu, aku lebih memilih hidup dalam duniaku saja, meski tetap dalam usikan mereka,
aku bisa berhari2 tanpa bertemu nasi, membenamkan diri semalaman di kamar mandi, memandang kosong langit malam, meski harus mendapatkan protes2 menyakitkan sebenarnya, tapi,, ah,, peduli apa.
atau.. melakukan hal2 ekstrim yang membuatku senang, sekalipun itu melukai..
aku seperti tak pernah takut kehilangan aapun dari diri ini,
menurutku, apa yang aku lakukan adalah hal yang waras, meski nyatanya tidak bagi orang di sekitarku.
karena memang tidak.
seperti kehabisan cara bagaimana menuntut untuk dipahami..
protes tanpa kata-kata,
bagiku, diam tetap menjadi senjata yang paling mematikan.
aku lebih memilih untuk menciptakan keramain dalam kesunyian bersama diriku sendiri,daripada dalam keadaan yang gaduh tapi kesepian, itu semua menjengkelkan.
seperti yang pernah sahabatku katakan."aku takut menyakiti, tapi aku lebih takut membenci".

Rabu, 08 Februari 2012

Ini bukan Lelucon

Yaa Rabb, jika sakit ini adalah cara agar semakin bertambah syukur dan cintaku PadaMu, tak mengapa,
aku tahu, apapun takdir yang kau berikan, adalah yang terbaik.

Sungguh, bila harus jujur, aku tidak pernah meminta menjalani hidup seperti ini,
sakit seperti ini, tidaklah enak,
ketika harus melewati hari yang tak sama dengan yang lain...

Aku bisa apa dengan sakitku selain pasrah,
sedang diantara kalian menganggap bahwa ini adalah hal yang mudah dihadapi oleh siapapun,
sedang kalian tak pernah tau bagaimana rasanya..
apa suatu pembangkangan bila aku berkata tidak,
dan kalian hanya semakin menyudutkan atas segala ketidakwajaran yang ku alami..

memang sangat tidak berguna menceritakan lebah pada mereka yang belum pernah merasakan sengatan, selama kalian belum merasakan penderitaan seperti yang ku alami,keadaanku hanya akan menjadi dongen tak berguna.

Terimakasih atas semuannya
Aku tak butuh pahlawan, akhirnya pamrih diharapkan.
Berdiri sendiri adalah satu pilihan.