Kamis, 09 Februari 2012

Meracau jilid 2

16 purnama, sejak memulai perantauan ini, ternyata bukan waktu yang cukup untuk aku menyesuaikan diri, menikmati perubahan yang total.
ya, aku memang bukanlah orang yang pandai menyesuaikan, meski satu sisi aku bisa sangat cair dengan orang2 yang baru aku kenal,
sulit bagiku berdamai dengan keadaan ini, aku tumbuh dalam dunia yang berbeda, dengan apa yang aku temukan sekarang, aku selalu berusaha mencari kecocokan dari setiap yang ku lakuakan.. berusaha menjadikannya satu.. tapi ternyata, selain lelah dan mengalah aku bisa apa?
Egoisku ini, tak bisa diterka besarnya..
tapi kelamahanku, aku tak pernah bisa mempertahankan apa yang aku inginkan, mengalah, jalan satu-satunya, ya,, agar hatiku lebih damai melihat wajah2 tersenyum penuh kemenangan..
tapi apa daya, kelainan yang bersemayam dalam diri ini, membuatku sulit menerima keadaan ini,
sekali-kali, aku ingin juga dimengerti, tapi ternyata tidak juga..
hanya bisa menarik nafas panjang,dengan segala keterasingan ini.
meskipun begitu juga, tetap saja aku terlihat bodoh dihadapan mereka,
apapun yang kulakukan,selalu saja salah
dan apa saja yang ku katakan, hanya dianggap sebagai celoteh bocah 19 tahun yang tak tahu apa2, tak ada gunanya, dan tahukah kalian, yang menyakitkan itu adalah ketika kita ada, tapi tidak berfungsi apa2, itu sangat,dan sangat menyakitkan.
sejak saat itu, aku lebih memilih hidup dalam duniaku saja, meski tetap dalam usikan mereka,
aku bisa berhari2 tanpa bertemu nasi, membenamkan diri semalaman di kamar mandi, memandang kosong langit malam, meski harus mendapatkan protes2 menyakitkan sebenarnya, tapi,, ah,, peduli apa.
atau.. melakukan hal2 ekstrim yang membuatku senang, sekalipun itu melukai..
aku seperti tak pernah takut kehilangan aapun dari diri ini,
menurutku, apa yang aku lakukan adalah hal yang waras, meski nyatanya tidak bagi orang di sekitarku.
karena memang tidak.
seperti kehabisan cara bagaimana menuntut untuk dipahami..
protes tanpa kata-kata,
bagiku, diam tetap menjadi senjata yang paling mematikan.
aku lebih memilih untuk menciptakan keramain dalam kesunyian bersama diriku sendiri,daripada dalam keadaan yang gaduh tapi kesepian, itu semua menjengkelkan.
seperti yang pernah sahabatku katakan."aku takut menyakiti, tapi aku lebih takut membenci".

1 komentar:

  1. Sosok Perempuan Berkalung Sorban.. ^_^

    Yakin Azie Seorang Yang Selalu Tampak Tegar Terhadap Coba'an... Meskipun Hati nya Rapuh,karna memang lazim nya seorang wanita seperti itu...heu

    *sotoyDotKom*

    BalasHapus