Rabu, 26 September 2012

cileat dan pesonanya


Kali ini aku sedang tidak ingin bercerita panjang tentang perjalan yang melelahkan namun selalu menyenangkan, hanya ingin berbagi tentang upah yang aku dapatkan setelah menempuh perjuangan luar biasa beberapa waktu lalu.

Ini tentang cileat dengan segala pesonanya yang selalu memanggilku untuk kembali.
Beberapa hal menarik mengapa cileat ini begitu mempesona di pandangan seorang ajiw hahaha.
-tempatnya yang terpencil
-akses menujunya yang tidak mudah
-medannya yang luar biasa
-ada 3 air terjun yang kita lewati sebelum sampai di air terjun utama
-belum terjamah, sepi. dan
-pesona alam yang menakjubkan.


22 Mei 2011
Ini adalah kunjungan pertama ke cileat, adalah yanto yang memberi tahu kami keberadaan tempat ini.
perjalanan ini diikuti oleh, aku(ajiw),yanto(sang guide),avin,dina,sri, naoval dan ari.dengan menggunakan sepeda motor, kami tancap gas menuju lokasi yaitu di desa cibago,kec. cisalak, kab. subang, menghabiskan waktu sekitar 1 jam dari tempat kami berkumpul, dan untuk sampai di air terjun utama kami harus berjalan kaki kira-kira 5km dan di tempuh dengan waktu -+ 2 jam(di tambah istirahat di jalan).

baru sampai di tempat penitipan motor, berdo'a dulu sebelum jalan
bergaya dulu di curug ke-2,disinilah penampakan pelangi selalu ada :)
istirahat di curug ke-3
istirahat di curug 3

Perjalanan dari tempat start sampai curug ke-3 cukup melelahkan dengan melalui jalan setapak dan lumayan terjal.

ini penampakan curug utama.
dan tiba lah kami di curug utama, sebenarnya masih ada juga air tejun di samping curug utama ini, hanya tidak terlalu besar, dan sepertinya agak susah diakses, air terjun dengan ketinggian -+100m memiliki pesonanya sendiri, selain tinggi dan tumpahan airnya membentuk kubangan atau kolam yang lebar, kita juga bisa nekad menaiki tebing dengan merayap dan bermain di balik tumpahan air terjun tersebut, dan itu bagian paling menyenangkan. oh ya, perjalanan dari curug ke-3 menuju ke curug utama tidak terlalu sulit, kami mendapatkan banyak bonus jalur yang landai, juga ada beberapa petak sawah tempat untuk istirahat, di sawah itu ada saung, dan kalau beruntung ada yang jual air nira disana. tapi waktu itu kami belum beruntung.
setelah puas bercengkrama dengan air yang super duper dingin, dan langit pun mulai terlihat mendung, kami pun memutuskan untuk pulang sebelum hujan, karena mungkin akan saru antara hujan dan tidak di tempat ini, sama-sama bikin kuyup walau jarak kita dengan air terjun tersebut jauh. dan benarlah, cipratan air tejun masih terasa, air langit sudah mulai turun, dan ini juga bagian paling menyenangkan, berjalan di hutan ketika hujan. hiiiii.
dan oleh-oleh yang tak kalah luar biasa sepulang dari tempat ini adalah, pegel-pegel, juga darah yang tak henti keluar karena di sengat,digigit atau di apa lintah, korbannya itu aku dan yanto, dan besoknya kami harus rela ngesot di kantor hahaha, dan ruang kerjaku yang harus turun naik tangga menambah daftar pengorbanan yang harus kita beri demi pesona cileat.

26 Februari 2012
ini adalah kali ke-2 mengunjungi cileat, dalam rangka refreshing setelah seminggu puas bercengkrama dengan kertas dan angka-angka, kali ini yang ikut lebih banyak, beberapa peserta tetap dan ada yang baru juga.
aku,avin,dina,sri,faza,ari,yanto,dede,budi,sidiq dan temanya yanto.
detail perjalanan masih sama seperti yang pertama, tapi kali ini ada yang collapse,dialah faza, dia sempat minta di tinggal dan menunggu saja sebelum sampai di curug 1, tapi kami juga tidak setega itu, hingga akhirnya faza sampai juga dengan selamat. dan kapok katanya.
ber narsis di curug 2
narsis lagi di curug 3
istirahat di curug 3


narsis dulu di sawah sebelum ke curug utama
horeee sampai juga di curug utama
dan di kunjungan yang ke-2 ini, lagi kami di jajap hujan ketika pulang, dan itu luar biasa menyenangkan, dan hujan kali ini kami sudah bisa antisipasi, bawa raincoat,coverbag dan pelindung hujan lainnya, meski akhirnya aku lebih memilih kuyup di guyur hujan.
brrrrr
11 September 2012
setelah 2 hari sebelumnya survey ke lokasi Cagar Alam gunung burangrang, ini kali ketiga berkunjung ke cileat, dan kunjungan kali ini dalam rangka survey untuk acara outing kantor, mungkin ini juga yang di sebut "modus" hehehe, mencuri kesempatan dalam kesempitan, karena bisa dengan lenggang meninggalkan kantor di hari kerja hehehe, kali ini sedikit berbeda, setelah dua kali perjalanan dilakukan sepagi mungkin, kali ini perjalanan dilakukan ba'da dzuhur,saat matahari berada dalam status terik, dengan menggunakan motor, kami ber-4 (aku,sri,pakde,dan ust.Azis) berangkat dari kantor, dan yang k-3 kali ini banyak hal yang berubah, paling tidak jalan menuju perkampungan penduduk sudah lebih baik, dibanding ketika pertama kali kami kesana, kondisinya masih seperti sungai kekeringan dengan bebatuan besar.
perjalan ke cileat masih sama, hanya jalurnya sekarang lebih landai, mungkin sudah banyak yang tahu tentang pesona alam disini dan satu lagi yang membuat perjalanan ini berbeda, sepanjang sejarah petualanganku, baru kali ini aku collapse, tidak sampai pingsan memang, tapi untuk beberapa menit pandanganku kabur,semua gelap dan akhirnya perjalanan terpaksa dijeda, padahal baru 30 menit paling, mungkin ini karena aku belum sarapan, dan perjalanan dilakukan disiang hari yang terik*ngeles.
i was collapse here T_T
setelah pulih, perjalan dilanjutkan lagi.
oh,iya, aku kan gak akan cerita panjang lebar ya, selanjutnya aku share foto-foto saja ya ^_^

disuruh nyebur di curug 2 sama pakde, biar seger. 
curug 3, airnya lebih kecil, karena kemarau panjang mungkin :)
barisan pegunungan yang nampak di perjalanan
tanpa zoom
lagi seneng moto poon kelapa, *efek haus hahaha
5 poon kelapa
kelapa tunggal
hijau...
jeda di saung menuju curug utama
penampakan curug utama yang ketinggiannya mencapai 100m
penampakan lainnya

apa ini yang di sebut
tajri min tahtihal anhar  di dunia?

menuju ke belakang curug
kedinginan habis maen di belakang tumpahan curugnya.
Setelah puas berbasah-basahan, akhirnya kami pun pulang, sebelum hari mulai gelap, dan kali ini tidak di jajap hujan.
sebelum pamit dari petualangan ke-3 menuju cileat ini, biar saya perkenalkan siapa saja yang ikut serta dalam perjalanan ini.

ini yang namanya ust. Azis, sang komentator perjalanan,
yang komentarnya malah bikin kita gak bisa behenti ketawa.
yang oren ini namanya pak dede, biar gampang panggil pakde :)
ini yang namanya sri, ngakunya sih, benci di foto,
padahal mah narsis abis.
akhirnya kunjungan ke-3 menuju curug cileat berakhir tanpa pegel-pegel yeeee !!!

13 September 2012dan sekarang kunjungan ke-4, dengan banyak pengikut, petualangan ini diikuti oleh 65 peserta dalam rangka outing kantor, dan kali ini tidak begitu menikmati, karena jadi panitia dan harus back up peserta yang akhwat, dan sepanjang jalan harus menerima dumelan sang ketua yayasan, beliau merasa di bohongi katanya, sepanjang jalan yang diomongin cuma "saya gak akan percaya lagi kalo panitia bilang jalannya landai, harusnya bukan ukuran anak muda, tapi harus ukuran orang yang udah punya cucu"
meski begitu, tapi akhirnya beliau sampai juga, dan beberapa peserta juga collapse, tapi secara keseluruhan acara sukses, sebagian ada yang ketagihan, dan sebagian malah kapok. :)
numpang beken (doc.ust.solihin)
sekian rangkaian petualangan saya ke curug cileat, sebenarnya aku ingin merahasiakan keindahan cileat ini, khawatir sering dan semakin banyak orang yang menjamahnya, akan memudarkan pesona keindahan alamnya itu, tapi akhirnya mereka harus tahu, bahwa di desa terpencil ini, ada begitu banyak pesona alam.

maaf teman ternyata yang seperti ini yang aku sebut "bukan cerita panjang" hehe..
cileat, pesonamu selalu memanggilku untuk kembali. tunggu aku lagi yaa.. ^_^

....Padahal dari batu batu itu pasti ada sungai sungai yang (airnya) memancar daripadanya. Ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya. Dan ada pula yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan. (Qs.2:74)


*curug => air terjun
  



8 komentar:

  1. folow back ya.... di blogku

    keluarjalan.blogspot.com

    salam kenal dan salam berkaya.

    BalasHapus
  2. sip...
    mkasih udah berkunjung :)

    BalasHapus
  3. wooow baguussss...pengen ke Cileat..tolong akomodasi dan cara sampai kesana dari bandung naek apa aja boleh?

    wahh pengen foto kesana...air terjunnya baguss.:)foto pemandangannya keren..

    foto air tejun yang dapet dari hulu dan yang mengalir itu juga bagus teh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayuuk.. aku juga pengen ke cileat lagi, musim ujan aernya lebih gede.. hehehe
      terakhir sih cuma bayar retribusi 5000/org.
      dr terminal ledeng naek jurusan subang/jl.cagak. naah,, karna tiap kesana pke motor jd gtw deh klo dr jln cagak naek apa hehehe.

      Hapus
  4. indah banget....
    indah alamnya, indah juga perjalanan dan pengalamannya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha.. ayo om kita kopdaran dimari... hiking..hiking.. :D

      Hapus
  5. Balasan
    1. hayuk atuh,, aku siap jd guide hahaha

      Hapus