Sabtu, 22 September 2012

Gn.Gede 2958mdpl



Gunung Gede-Pangrango.
Bisa dibilang ini adalah pedakian perdana buatku, ya.. bukan bisa di bilang sih, emang ini yang pertama, di luar kegiatan hiking yang sering aku dan teman-teman lakukan, buatku pengalaman ini adalah kesempatan langka, mengingat betapa sulitnya mewujudkan mimpi yang terpaksa di pendam sejak SMA ini, kendalanya bukan apa-apa, ijin orang tua, ya sebagai anak perempuan aku harus ikhlas mendapat perlindungan ekstra.. upss kok jadi curhat hehehe.

Oke pendakian dilakukan tanggal 6-8 April 2012, karena diperantauan aku belum menemukan teman se hoby, jadi dengan senang hati aku mengikuti event yang diselenggarakan oleh teman-teman yang di Jakarta, dengan resiko menambah 2 hari dari agenda untuk perjalanan PP Subang-Jakarta Jakarta-Subang.
kok aku bisa dapet ijin ya? ya, akhirnya ortu terpaksa mengijinkan, setelah aku nego dan segala macam jurus  aku keluarkan, mungkin mereka lama-lama risih, tapi bukan karena keberhasilanku meluluhkan hatinya yang menjadi dasar dia mengambil keputusan untuk meng IYA kan aku naek gunung, karena diantara peserta tersebut ada juga saudara jauh ku yang ikut dan dia sudah bisa di bilang senior, jam terbangnya dalam dunia pendakian sudah expert menurutku, mas riri, dan rekor yang aku tau, dia pernah ikut endurance trekking mencapai 6 puncak selama 1 bulan se-jawa-Bali, buat nubi kayk aku sih itu udah luar biasa banget, dan ga usah di bandingin sama pak willem tasiam ya.. hehehe. ya, karena mas riri akhirnya aku dapet ijin. Alhamdulillah..


05 April
Aku berangkat dari Subang menuju Jakarta, dan menginap dirumah kakak malam itu, banyak hal yang menemani sepanjang perjalanan Subang-Jakarta, keujanan di terminal Kp. Rambutan, melihat tatapan aneh orang2 ketika lihat aku, -aneh kali ya-, dan paling gokil itu, ketika ada laki-laki belom tua sih, tapi udah kelewat masa mudanya kayaknya, rambut gondrong di ikat, berkemeja panjang warna biru dengan tangan di gulung dan membawa handy talki (aku duga sih,dia itu petugas pengamanan di shelter busway kp.melayu) terus mengamati, mengira aku teroris, hahaha ::ngakaksguling-guling:: , gara-gara aku lama diem di shelter,sekitar 2 jam, karena awalnya mas riri itu mau jemput, tapi gajadi T_T, kenapa dikira teroris? karena selama 2 jam itu aku cuma duduk aja sambil tilawah beberapa lembar, dan pakaianku yang serba gelap, di tambah carrier yang nempel di punggungku sangat jauh dari proporsional dengan tubuh kurusku, hehehe tapi aku jadi punya pengalaman lucu buat oleh-oleh di rumdis.

 besoknya

06 April
Ba'da subuh aku udah siap-siap, karena kata mas riri berangkat ke base camp jam 6, dan aku bukan tipe orang yang setuju dengan "jam karet", meski tidak bisa memaksa orang untuk disiplin waktu juga sih, karena kalau memang sudah direncanakan, usahakan setepat mungkin, kecuali emang ada halangan yang belum kita perhitungkan. Jarum jam di tanganku sudah menunjukkan angka 05.50, aku mulai galau,kok mas riri belum SMS juga,padahal dia bilangnya kalo udah siap bakal langsung SMS aku, aku tunggu sudah lewat dari jam 6, dan akhirnya jarum jam menunjukkan pukul 7 pagi, dengan segala keberanian,aku kirim saja yang duluan kirim SMS ke dia, takutnya dia lupa, ada aku yang mau ikut pendakian kali ini hehehe.
"mas, berangkatnya jam 6 pagi, apa jam 6 maghrib?"
"emg sekarang jam berapa?" balasnya dengan pertanyaan lagi, aku melotot sambil nelen ludah *bingung
"jam 7"!
"oh, sori, gue baru bangun, lu udah siap? langsung ke rumah gue aja!"
Gustiiii, ada apa dengan orang ini, kataku dalam hati, untung rumah kakaku dengan rumah nya hanya sepelemparan batu jaraknya.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, akhirnya mas riri lansung membawaku ke base camp
Larva shop, yang sering dijadiin base camp
dan di base camp inilah aku bener-bener kayak alien, sebagai wajah baru, aku sudah antisipasi hal ini, apalagi buat mereka penampilanku aneh, mau naek gunung kok pake rok hehehe, jam 9 pagi kita siap berangkat menuju Gn.Gede via putri, naek tronton cooy.. satu persatu carrier di naikan,kemudian disusul oleh peserta.

ini waktu naekin carrier,
beginilah suasana dalam tronton
sepanjang perjalanan dihiasi gelak tawa, sesekali aku yang jadi sasaran empuk bulan-bulanan mereka, tapi tak masalah, aku menikmatinya, ada yang sengaja bertanya -padahal mereka sudah tahu-
"lu beneran adeknya riri? kok bedanya jauh?" semua terbahak
aku,yang waktu itu masih malu-malu berinteraksi hany menjawab dengan anggukan saja.
tapi secara kesemuaan, aku sangat menikmati perjalan ini, sampai akhirnya kami sampai di jalur pendakian via putri


baru nyampe bergaya dulu with juju
perjalanan pun kami lanjutkan menuju GPO untuk registrasi peserta, karena ikut event, jadi aku gak perlu ikutan repot ngurusin administrasi -yang kata temen-temen birokrasinya repot-
menunggu selesai registrasi oleh panitia
selesai registrasi kami pun di persilahkan start, dan wajib pake sepatu hehehe, waktu itu sekitar jam 2 siang kita start, langkah kaki terus membawaku pergi, lazimnya yang terjadi pada pengalaman pertama, pasti semangat diawal, tidak bisa membayangkan ada apa di depan kita kelak, setelah menempuh 2 jam perjalanan, akhirnya lelah menghampiriku juga,aku putuskan istirahat sejenak, lalu melanjutkan perjalanan lagi, langit sudah semakin gelap, jarak pandang pun semakin pendek, jaket yang tadinya ku kenakan terpaksa di lepas karena gerah, sepanjang perjalanan aku banyak berpapasan dengan pendaki yang turun, dan setiap dari mereka selalu menyapa dengan memberi semangat, yah, ini menyenangkan, meski dadaku mulai sesak,dan pundakku mulai terasa berat menanggung beban, "oh tuhan, aku punya riwayat asma, jangan kambuh sekarang pliis" gumamku dalam hati, hingga langit telah menjadi benar-benar gelap, malam itu purnama ooh.. indahnya, perjalanan terus dilanjutkan meski banyak diselingi istirahat di tiap pos atau dimana saja tempat yang landai,
istirahat di pos *lupa nama pos nya
aku tidak pernah membayangkan bahwa perjalanan menuju Gn.gede akan selama ini sampai harus terjebak di hutan malam-malam, dan sialnya aku lupa membawa senter, padahal itu penting sekali, beruntung aku bareng pendaki lain yang cukup penerangan, hingga akhirnya bang rasmil -mungkin iba melihatku- meminjamkan senternya, dan akhirnya aku benar-benar lelah, tapi aku ingin cepat sampai karena mataku sudah susah diajak kompromi nampaknya, aku putuskan untuk terus melanjutkan perjalanan, aku pamit dari rombongan asal,
ini rombongan yang aku memisahkan diri dari mereka
aku mengikuti siapa saja yang jalan, meskipun tidak mengenalnya  yang penting jalan terus^_^ , hingga aku bertemu dengan 2 abang -gak hafal namanya T_T- yang menemaniku sampai ke alun-alun surken, akhirnya aku sampe di surken jam 9 huh.. lelahnya
ini salah satu abang yang nemenin aku nyampe surken, sampe sekarang gk tau  namanya T_T
eiits tapi ternyata belum sampai, aku dan 2 abang itu masih harus menambah sekitar 1 jam untuk benar-benar sampai di camp yang sudah disiapkan panitia, ALLAHUAKBAR !! tapi tidak terlalu sulit, karema jalurnya udah landai g nanjak-nanjak lagi, dan ga perlu repot angkat-angkat rok lagi ^_^
oh ya, ada yang terlupakan, mas riri, sepanjang jalur hanya beberapa kali saja aku ketemu dia, maklum panitia, sibuk back up peserta.
Ini penampakan edelweis di malam hari
Alhamdulillah setelah perjalanan 1,2, ah 9 jam -wow- sampai juga di surken, lama yah? hehehe namanya juga nubi, bisa sampe aja alhamdulillah ^_^
suasana surken di malam hari
begitu sampai, aku langsung melepas lelah dengan merebahkan badan diatas rerumputan, hm bau kabut yang menyenangkan, tendaku mana? oh ya,, tenda yang mau aku pakai di bawa oleh mba upy, dan dia entah masih dimana ^_^
photo purnama dulu,sambil nunggu tenda dateng
setelah menunggu tidak terlalu lama, mba upy, livi, dan juju akhirnya sampai juga, mereka lah yang ananti akan menjadi teman 1 tenda, di bantu mas riri -ternyata dia sudah sampai duluan-mendirikan tenda, akhirnya tenda pun siap kami huni,, woow, capeknya minta ampun, setelah tenda berdiri, kami -aku,livi dan juju- berjalan menuju kali untuk bersih-bersih badan sebelum tidur.


Sumpah selama di dalam tenda, aku tidak bisa tidur nyenyak, bukan karena udaranya yang dingin, udara dingin bukan masalah berarti buatku, aku besar di daerah pegunungan, dan dingin itu sudah biasa ^_^, tapi aku menunggu pagi, dan entah apa sebab, malam itu waktu terasa lamban, ku lirik lagi jam di tanganku, masih pukul 2 dini hari, aku usahakan tidur, tapi dari kejauhan terdengar ramai suara-suara orang berteriak, mungkin mereka pendaki yang baru sampai, meski tidak nyenyak, setidaknya aku bisa memejamkan mata hingga akhirnya aku terbangun di jam 4 subuh, aku membangunkan livi, tapi yang di bangunkan tak kunjung membuka mata, akhirnya aku putuskan keluar tenda, aku kira jam 4 shubuh di surken sama saja dengan dengan jam 4 shubuh di daerah tinggalku, yang sudah ramai hilir mudik bapak-bapak hendak ke masjid, begitu keluar aku lihat sekeliling seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan, sepi, "hah, belom ada yang bangun nih? terus tadi berisik dimana?" gerutuku dalam hati. Tapi kaki terlanjur keluar tenda, ya aku lanjutkan saja keluar sambil keliling di surken, masih gelap, aku tidak membayangkan kalau angin subuh begitu kencang, dan aku baru benar-benar merasa kedinginan. brrr
sambil jalan sendiri, ambil gambar suasana shubuh di surken
07 April
setelah merasa cukup berkeliling seperti petugas siskamling, akhirnya aku memilih belakang tendaku untuk menikmati udara shubuh itu, untuk benar-benar mentadaburi ayat-ayat kauniNya, sambil memandang semua pemandangan sekitar, hatiku tak bisa berhenti bertasbih, kagum, hmm entahlah kata apa yang tepat untuk membahasakan semua keindahan ini, aku menunggu sunrise sambil murojaah beberapa surat cinta-Nya yang aku hafal, tak terasa bulir-bulir asin dari kedua sudut mataku mengalir tanpa bisa di bendung lagi, semakin deras malah, Yaa Allah, siapa yang bisa menyangsikan semua keindahan ini, dan saat-saat seperti inilah yang menjadi alasan betapa aku harus mengunjungi lagi tempat ini, Suryakencana, aku pasti menyapamu lagi.
Tiba-tiba tenda di sampigku bergerak, "hmm mungkin sudah mulai bosan mereka terlelap" gumamku, seketika itu juga saat khidmat itu berakhir. dan satu per satu dari mereka keluar tenda, dengan sarung menutupi badan, memilih kesibukan masing-masing, ada yang mulai menyalakan kompor, bersih-bersih, sholat dll, dan aku, melanjutkan tugas ronda yang ter jeda. sementara yang lain menyiapkan makanan untuk sarapan,pagi di suryakencana lebih banyak aku habiskan untuk mengabadikan moment-moment langka disana, kapan lagi coba??
niatnya sih pengen photo sunrise,tapi kabutnya ga bisa di ajak kompromi
Juju,mba upy,livi
Juju,aku,livi. 
bernarsis ria di padang edelweis 
berphoto bersama edelweis, boleh di sentuh jangan di petik.

ini lho si bunga abadi, tapi jangan coba-coba mengabadikannya di dompet dengan memetiknya ya sobat,
cukup di photo aja. kalau kalian emang mencintai alam.
Edelweis si bunga abadi ini hanya tumbuh di dataram tinggi, dan tidak di semua gunung, karena kelangkaannya itulah, edelweis tidak boleh dipetik, meskipun banyak tangan-tangan usil yang tetep saja ngeyel buat memetiknya untuk dijadikan oleh-oleh atau banyak juga yang menggunakannya untuk membanggakan diri kalau dia sudah berhasil bawa edelweis turun, sedih. T_T. ngerusak alam kok bangga, ngakunya anak PA,Pencinta alam, kelakuannya PA,Perusak alam.

Setelah puas-sebenarnya belum- berphoto ria bareng edelweis, aku siap-siap packing menuju puncak yeee
Packing lagi menuju puncak
setelah selesai packing acara di lanjutkan lagi, berphoto.. hahaha.. emang narsis ya.
Photo bareng hampir semua peserta dan sebagian panitia penmas
Bareng bang landak*dipaksa, sempet ada nego dulu sih hehehe
kata bang landak "emangnya gw landak berduri gituuu?'
aku bilang, "bukan muhrim bang"!
nah yang ijo itu lho yang namanya mas riri, 2 abang yang aku gak tau namanya dan bang fandy
setelah benar-benar puas bernarsis ria, sekitar jam 9 pagi, akhirnya panitia mengarahkan kami untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak, kali ini keadaan sudah lumayan cair, aku sudah bisa dengan akrab berinteraksi dengan peserta lain, tidak seperti ketika pertama sampai di basecamp yang serasa jadi alien.

Ternyata perjalanan menuju puncak juga tidak dekat ya, tapi perjalanan kali ini tidak begitu melelahkan, karena dihiasa gurauan dan gelak tawa, yaa, aku tidak kaku lagi untuk saling menimpali bulan-bulanan mereka, seperti menuju alun-alun surken kemarin,aku pengen cepat sampai, tapi malah jadi banyak istirahat, di tambah lagi air minum yang aku bawa, raib ketika packing di surken. nasib. beruntung masih banyak peserta lain yang punya persediaan air yang cukup, dan rela membaginya denganku, dialah bang badri, dan akhirnya perjalanan aku lanjutkan bersama bang badri sampai puncak. yeee
akhirnya, sekitar jam 11 siang, saat matahari sedang berstatus terik, aku sampai juga di puncak.   

Puncak Gn.Gede 2958mdpl

ini sikuning telor yang wajib aku bawa kemanapun,itu pesen si pemberinya, biar aku selalu tersenyum ^_^
penampakan gn.pangrango dari puncak gn gede
Seperti lunas semua kelelahan diperjalanan terbayar ketika melihat puncak, negeri diatas awan.
Tidak ada sesuatu pun yang terjadi tanpa kehendak-Nya, begitupun ketika aku berhasil menapakkan kakiku ke puncak ini. mungkin dari sekian banyak hal yang aku cita-citakan setelah lulus SMA, mencapai puncak inilah yang pertama Allah kabulkan, Alhamdulillah. Waktu masih di bawah aku berniat, "kalo udah di puncak,gw bakal tereak puas", tapi hal itu benar-benar tiada, yang ada hanyalah tasbih dan tasbih lagi, dan takbir yang tak kuasa aku teriakkan. ALLAHUAKBAR.
Tak terasa, posisi matahari semakin meninggi, satu persatu peserta mualai tampak wajahnya, ya, untuk melanjutkan perjalanan, aku harus nunggu semua peserta sampai puncak dulu, sambil ngobrol, ngopi-ngopi, dan tak pernah ketinggalan, berphoto hehehe dan disinilah kebersamaan sangat terasa, tidak ada yang merasa senior, lalu menganggap remeh para pendaki pemula, yang ada mereka malah tak berhenti men-suport, setelah semua kebersamaan di puncak dirasa cukup, maka beberapa kelompok mulai turun menuju camp kandang badak.
perjalanan menuju kandang badak (doc.bang rasmil)
Perjalanan turun menuju kandang badak juga gak deket-deket amat rupanya, hampir 4 jam akhirnya sampai juga di camp kandang badak, ini malam terakhir kita nge camp. tenda pun kembali didirikan, dan kehangatan tumbuh lagi di kandang badak. matahari mulai tenggelam, gurat-gurat senja yang terhalang kanopi dedaunan itu sangat memesona, ia menciptakan keindahannya sendiri, bagi mereka mungkin biasa saja, tapi bagiku, tidak ada yang biasa untuk semua keindahan yang langit persembahkan, hari mulai gelap, malam ini masih dalam suasana purnama, dan malam ini kami habiskan untuk berbagi pengalaman mendaki dari mereka yang senior, aku dari dalam tenda mendengarkan dengan baik, mereka bercerita bagaimana rasanya ketika ikut evakuasi di merapi,di kejar wedus gembel, sampai cerita yang berbau mistis hiii... malam semakin larut, mataku semakin sulit diajak kompromi meski telinga sebenarnya masih ingin mendengarkan, akhirnya dengan berat hati aku terpaksa pamit dari percakapan itu dan.. zzzzz tidur.
Tengah malam, aku lihat lagi benda yang melingkar di pergelangan tanganku, menunjukkan jam 00. waw, kenapa pula aku harus bangun di waktu ini, ternyata HIP ku kumat.. huhu mau gk mau akhirnya aku harus keluar juga, inget lagi cerita mistis dari bang landak, dan surken sama kandang badak itu jauh berbeda, kandang badak itu hutan, pohonnya tinggi-tinggi, tapi langait malam itu indah di hiasi purnama yang bulat sempurna.ah, akidahku lagi-lagi di uji, padahal kan tidak ada yang harus di takuti, beruntung lapak tendaku tidak terlalu jauh dari aliran air, kondisi aman terkendali sampai kembalinya aku ke tenda, dan tidur lagi ^_^

08 April
Tidak seperti ketika nge camp di surken yang pengen buru-buru pagi, kali ini luar biasa nyenyak mungkin karena kecapean juga,padahal tidurnya beralaskan batu ooh,,, kerasnya. kali ini aku keluar tenda ketika suasana di luar sudah luar biasa ramai, yang masak buat sarapan, dan kesibukan lain,niatnya aku pengen ikut rombongan yang ke pangrango, tapi setelah tanya, ternyata rombongan sudah berangkat, malah menuju pulang. HAH.. aku terbelalak
"pagi amat, emang berangkat jamber?"
"tadi shubuh, emg lu mau ikut?"
"tadinya, tapi yaudah lah gpp"
Hmm, ternyata aku ketinggalan, ya sudahlah, belum saatnya, berarti aku memang harus kesini lagi, untuk tahu wujud asli sang lembah kasih,lembah mandalawangi, sambil menunggu rombongan dari pangrango datang acara diisi dengan pembagian doorprizes oleh panitia.

Bostom lagi bagiin doorprizes
tepat selesai acara pembagian doorprize, rombongan pangrango pun tiba, langit pagi itu memang mendung, dan sebagian peserta telah lebih dulu turun, tapi aku masih tinggal, masih senang berinteraksi dengan kawan-kawan baru, tiba-tiba setetes air jatuh tepat di punggung tanganku, hujan !! dalam hati aku bersorak, akhirnya pelengkap perjalanan ini datang juga, seketika itu kami langsung bersiap turun menuju cibodas, sebelum hujan turun makin deras dan membuat jalur makin ganas.

bergaya dulu sebelum meninggalkan kandang badak
aku,mba kol,bang badri,rina, roby
jam 8 pagi perjalanan kami lanjutkan, banyak tragedi sepanjang perjalanan, kaki mba kol terkilir karena licin jalanan selepas diguyur hujan, perjalanan turun juga tidak sebentar, tapi kali ini aku tidak ingin cepat-cepat sampai, jadi langkah pun santai, sambil menemani mba kol yang terkilir, karena becek, kami harus pandai-pandai memilih jalan,itu juga yang memaksa kita untuk berjalan lebih alon :), sekitar jam 12 siang, akhirnya kami sampai di pos panyangcangan, disana semua peserta berkumpul, sambil menunggu semua peserta, aku,mba upi,livi dan juju memilih melanjutkan perjalanan menuju curug cibeureum di temani bang gondrong. dan carrier aku titipkan panitia di pos tersebut.


otw cibeureum
jalan menuju curug cibeureum ramai lancar, karena cibeureum memang sudah jadi tempat wisata, jadi pake wedges pun jadi hehehe. tujuan ke cibeureum tidak lain dan tidak bukan adalah bernarsis ria. hehehe

penampakan air terjun cibeureum

Sekembalinya ke panyangcangan, ternyata tertinggal beberapa panitia saja, sebagian sudah turun ke cibodas,sebagian emang belom sampai katanya, oke kami pun melanjutkan perjalanan yang juga di penuhi jeda, entah itu berphoto atau istirahat karena lelah, dan tak lupa mampir dulu ke talaga biru. sepanjang perjalanan menuju cibodas ramai oleh pengunjung yang hendak ke cibeureum, mereka rapi-rapi, dan kita waduuh dekil bin kumel deh, setelah menuruni banyak anak tangga akhirnya kami sampai juga di pos cibodas tepat menjelang ashar, lalu mengikuti arahan panitia, kami menunggu di parkiran pasar di sekitar cibodas, perjalanan kami lanjutkan menuju parkiran sambil menggandeng mba kol yang terkilir. setelah nyasar, akhirnya sampailah kita di parkiran, disana sudah terlihat bostom dan beberapa panitia yang aku tak hafal namanya, dalam kondisi hujan deras dan angin kencang kami diarahkan untuk berteduh di toko outdoor kenalan bostom,dan disediakan kopi panas pula sluurpp ^_^

keujanan di cibodas
Hujan perlahan reda, dan untuk kembali ke jakarta, kami harus menunggu peserta kumpul semua, jangan sampai ada yang tertinggal, kecuali peserta yang memang langsung pulang ke daerah asalnya, Bandung misal. setelah semua terasa lengkap, kami pun bersiap menaiki tronton lagi, tapi ternyata ada yang belom datang, bang Iqy, nah dia juga yang ketika berangkat datang paling telat hmm jangan dibiasaain ya baang !! sambil menunggu bang iqy kami jalan-jalan dulu di pasar cibodas, cari oleh-oleh, tapi tiba-tiba ada yang konser di peruntku, keroncongan hehehe aku lapar, setelah 3 hari tidak masuk makanan, akhirnya lapar juga, bukan karena tidak ada perbekalan, tapi mulutku masih beradaptasi untuk menerima asupan makan di ketinggian, dan sebagian logistik malah aku bawa turun lagi, yang sebagian dimakan rame-rame. 3 hari gak makan itu rasanya, biasa aja sih, hmm.. coba 3 hari itu aku shaum ayyamul bidh aja ya. :). setelah memuaskan perut, akhirnya yang ditunggu datang juga, setelah semua benar-benar kumpul, selepas maghrib pak supir tancap gas menuju jakarta, mungkin efek kelelahan dan dingin juga, sepanjang jalan aku memilih tidur zzzzz.

"woooy sampe!!" teriak seorang abang.
jam 9 malam kami sampai lagi di larva,satu persatu peserta turun, ada yang langsung pulang naik bus kota,nunggu jemputan atau juga ngopi-ngopi dulu di toko.
suasanan toko malam hari pasca pendakian.
Riuh yang tadi menyelimuti, perlahan berganti sepi, kini tinggal beberapa orang saja, dan aku salah satunya, menunggu mas riri menyelesaikan urusannya, sambil mencuri dengar obrolan abang-abang panitia
"acaranya sukses bro, banyak nubi, tapi ga ada yang tumbang!"
hmm terbersit rasa senang juga dalam hati, aku bangga bisa manjadi bagian dari kalian bang!!
kemudian mas riri mengajakku pulang, sampai dirumah jam 11 malam aku langsung bersih-bersih, makan, dan packing untuk besok shubuh berangkat lagi ke subang dan melanjutkan aktivitas normal :D.


Itulah sedikit cerita tentang pengalaman pendakian pertamaku (sedikit?? terus banyaknya seapa? hahah), banyak hikmah yang bisa diambil dari perjalanan ini, bahwa mendaki bukanlah sekadar berjalan menanjak,dan menapakkan kaki di puncak, mendaki merupakan maket kecil kehidupan kita, dimana dalam setiap perjalanan pasti menemukan rintangan, bagaimana kita melewatinya, ada masalah, dan bagaimna kita menyelesaikannya, dan diperjalanan ini juga lah kita di uji, solidaritas kita, ego kita, bagaimana kita mengendalikan diri dan emosi, bagaimana kita berbagi, bagaimana kita bertahan dalam menghadapi segala ketidakpastian. dan saat itulah alam akan menjadi cermin siapa diri kita sebenarnya.
seperti dalam penggalan salah satu soundtrack film soe hok gie "berbagi waktu dengan alam,kau akan tahu siapakah dirimu yang sebenarnya"
dan keistiqomahan kita dalam beribadah, untuk tetap sholat tepat pada waktunya, tetap menjaga hijab, dan tetap dalam aturan syari'at, ALLAH tak pernah tidur, selama kita merasa diawasi dan dilindungi oleh-Nya, semua kan baik-baik saja :)

semoga sekembalinya kita ke bawah, tidak lantas menurunkan kualitas iman kita, iman tetap harus mendaki ya sob..
Dialah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. QS. 13:3
“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak?” (QS. An-Naba:7)

"Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk." (QS Al-Anbiya' : 31)

Terimakasih buat mas riri,bos tomi, mba upi,juju,livi,teh lia,kang teguh,mba kol,rina, kang eep, bang iqy,bang rasmil,bang badri,bang enjang,bang wandi, bang fandy,bang gondrong,bang ghode, dan 2 abang yang tidak aku tahu namanya, dan semua temen-temen yang tidak bisa aku sebutkan namanya satu per satu, terimakasih  telah memberi kesempatan untuk menjadi bagian dari kalian, terimakasih untuk semua petualangan,kebersamaan,keceriaan,persahabatan,dan cinta.
jangan kapok ngajakin aku lagi ya, saya akan bersiap untuk efek candu ini :)

kata bekap "mendaki dapat menyebabkan ketagihan,hati senang,banyak teman,dan hanya untuk orang-orang pemberani"

Aku jatuh cinta pada suryakencana, dan aku harus kembali.





24 komentar:

  1. 9 jam lewat putri?? @_@...

    lamanyoo.... tapi klo rombongan gede n ada akhwatnya sih emang lama..hahaha...

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. hehehe.. kebanyakan nubi bang, termasuk ane.. hehehe
    ceweknya duma 12 dari 65 waktu itu.
    pkoknya naek jam 2-jam 9mlm.. hehehe betul gk sih 9 jam?

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu 7 jam, neng -_-"


      *sekalian tes captcha...

      Hapus
    2. oh. iya ya hehehe, sepertinya kemampuan berhitungku harus mulai dipertanyakan :)

      sekrg no captcha yeeee !!

      Hapus
  4. mantep ceritanya zi! lengkap banget, berasa ikut rombongan :D

    tapi emang pendakian pertama itu selaaaaluuu berkesan. bayangin aja, ini cerita tahun lalu kan? tapi kamu masih inget semua detailnya. itu keren banget menurutku! ^^d

    oiya, kalo dliat2, edelweiss di dataran Jawa sana 'agak' beda ya sama yg dsini (Sulawesi). tp kalo inget bunga itu, aku agak2 gimanaaa gitu rasanya :(

    over all, sy naksir pemandangan di Gunung Gede. Surken juga. semoga bisa kesana kapan2 deh. anterin ya zi >.<

    terakhir, aku suka jaket merahmu! *hadiahin dong, hahaha :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. sebenernya banyak cerita yg di sensor k hehehe...
      itu 5 bulan yg lalu ka, emg iya, pengalaman pertama selalu berkesan..oya ?? aku malah g sedetail itu bedain edelweiss hehhe

      siap kk, aku juga harus kesanan lagi,sam ke mandalawangi blom kesampean..!!

      hehehe... ::malu:: itu jaket kebesaran (arti sebenarnya) :)

      Hapus
    2. oo..abis ditulisnya 6-8 april 2011.jd kirain tahun lalu.hehe :D

      eh, sesama penyuka jaket kebesaran dong kalo gitu ya.haha :D

      Hapus
    3. hehehe.. iya, gk ngeh, perasaan masih 2011 sekarg.. hajuuuh

      oh gitu kah? aku sih bukan jaketya yg kebesaran, tp emg susah menjodohkan jaket dgn badan hehehe

      Hapus
  5. subhanallah, keren banget mbak :')
    saya pengen naik gunung, mentadabburi ciptaan Allah..
    apalagi pas liat foto bunga edelweiss, pengen bnget bisa lihat langsung mbak :)
    salam kenal:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ka, emg pesonanya bikin saya jatuh cinta, kelepek2 deh,, bikin ketagiahan hehehe

      sip, klo muncak bawa mushaf ka, biar bisa tilawah disana.. keren bgt deh.
      salam kenal,salam rimba :)

      Hapus
  6. edelwis.....^^
    ingat sanset bersama rossie mi......
    #nangis...:'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. novel itu bikin aku tambah galau fi, jadi pengen cepet2 ke rinjani :)

      Hapus
    2. bukan galau lagi, tapi udah mewek, bukunya aja udah basah..................
      andaikan aku rossie dan dy tegar, oh tidak. aku sangat mencintainya......
      #galau......
      hikzzzzzzzzz..........hikz,,,,,,,,,,,,,,,

      Hapus
    3. dan aku, menjadi sekar hahaha,,

      Hapus
    4. maafkan aku sekar......
      #galau stadium akhir

      Hapus
    5. sekar yng mempersatukan tegar dengan rosie kan .. hehehe

      Hapus
  7. Sedang menikmati poto-potonyaaaa.. Hehe

    BalasHapus
  8. mendaki itu emg bkin ketagihan..hee

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul..
      salam kenal, selamat datang.. :)

      Hapus
  9. aku pernah ke gunung gede pangrango tahun mei 2011
    tempatnya emang keren abiiissssss

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada niatan untuk kesana lagi?
      yuk.. !!

      Hapus
  10. Mba Azie :)
    Keren.
    Pengen. Aku ndak diizinkan mba ke gunung pake rok.
    tapi, postingan ini salah satunya menambah keyakinan ku mbak.
    minggu ini InsyaAllah aku putuskan ke Gede pake rok :)

    BalasHapus