Senin, 24 September 2012

Senja yang (lagi) basah



Hey, sepertinya langit sedang memihakku hari ini, betapa tidak, aku seperti putri yang ketika datang dan pulang mendapatkan sambutan.
 Hujan, kau selalu punya ruang istimewa disini, ya di hati ini, kau pikir dimana lagi, dan senja ini, lagi-lagi kau menjadi alasan mengapa aku tetap tersenyum melewati kemarau yang mulai risau, aku menunggumu, selalu.
kau meng oleh-olehi ku aroma tanah kemarau yang kau siram, menawan bukan.

aku tak peduli kemuning yang sedang bermekaran di halaman bangunan ini, atau lili, tidak juga melati yang semerbak harumnya menusuk.
cukup petrichor ini saja, biar ku hirup dan ku nikmati bersama tiap tetes rinaimu, diiringi senandungmu yang gaduh karena menyentuh bumi.
dan kau, apakah merasa betapa aku mencintaimu?
jika pun tidak, bukan masalah berarti buatku.
cukup kehadiranmu saja yang menemani di setiap petualanganku, atau ketika kau tanpa terganggu membiarkanku berlama-lama berada dalam siramanmu.

oh, aku terlupa sesuatu, jemuran pakaianku yang mungkin seharusnya sudah kering, kini kuyup kembali, dan kau?
tenang saja, aku takkan menyalahkan bahwa kehadiranmu lah yang menyebabkan semua itu, anggap saja pakaianku yang sedang kurang beruntung, hingga mereka harus berlama-lama bersama dingin.
bukankah matahari selalu menepati janji? esok ia pasti terbit lagi.

hey hujan, kenapa kau berlalu?
tak apa, aku mengerti meski teramat aku mencintaimu,nyatanya tidak hanya aku yang menjadi pemujamu, jauh di bagian bumi sana, entah dimana, seseorang juga sedang menunggumu.

dan sekarang tanpa berkeberatan aku bisa menikmati jingga kemerahan di senja yang (lagi) basah.

13 komentar:

  1. Balasan
    1. salam kenal..
      selamat datang :)
      keseeet

      Hapus
  2. tentang kebahagiaan, menunggu, dan pastinya ada perubahan.. tau kah knp senja itu indah? ahh *entahlah
    salam blogger

    BalasHapus
    Balasan
    1. senja itu, keindahan yang tak mampu aku bahasakan.. hehehe
      makasih sudah berkunjung..
      keseeet
      salam persahabatan :)

      Hapus
  3. jiah. senja yang tak mampu dibahasakan.
    dan kamu azie??
    hooo, hujan dan hujan.

    BalasHapus
  4. Ada banyak tulisan tentang senja dan hujan .... ini pertanda mereka begitu dinanti, begitu dicintai... atau kita hanya penyuka suasana? hehehe, salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. hmmm... sepertinya yang ke dua lebih bisa dikatakan benar :)

      Hapus
  5. Daun yang jatuh tak pernah membenci angin... hmmm

    BalasHapus