Senin, 08 Oktober 2012

masih tentang (kau) hujan

Lagi, mata ini harus menikmati rangkaian air turun berbaris,
masih lewat jendela yang sama,ketika semua kenangan itu seperti memaksa masuk melaui celah-celah lubang angin,
waktu seperti membawaku pada suatu malam yang juga hujan, saat itu kau bercerita tentang kisah cintamu yang bermula dari payung, saat itu tawaku mengalahkan suara gaduh sang air yang jatuh ke rumput, bagiku itu lucu, bagaimana mungkin, lewat sebuah payung?
lalu waktu seakan berhenti, aku terdiam sambil memandang luas ke langit-langit kamar, hmm bukankah itu romantis?

ya, bukankah (bagiku) setiap cerita yang berawal dari hujan itu hal yang romantis?
ah, aku jadi ingat lagi pertemuan pertama kita yang disaksikan gerimis setahun yang lalu, tepat di hari ini.
dan masih dalam hujan, dua kali aku mengajakmu tersesat mencari alamat,dan kau tetap tersenyum.
Aku tak pernah berani membayangkan sebelumnya,
kalau ternyata semua peristiwa itu yang menjadikan kita begitu dekat dengan mengingatnya,
bahkan hampir tak berjarak.
Hingga akhirnya kau berubah dan perlahan menjauh, dan tak pernah terbayangkan kau akan semakin menjauh,
aku takut kehilangan, atau sesuatu yang lebih dari itu, tapi..
lagi-lagi kita memang tak akan pernah punya kuasa bahkan untuk sekadar merubah skenario yang telah tuhan tentukan atas kita.
Mungkin persahabatan ini memang tidak ditakdirkan berumur panjang.
kehilangan, bagiku tak pernah lebih menyakitkan daripada dilupakan
ah, memang yah, sesuatu yang bernama kenangan itu, kekuatannya bisa mengambil alih konsentrasi kapan saja, dan tanpa tedeng aling-aling.

                                                                                                      Kampus peradaban,08-10-2012

6 komentar:

  1. setujuu..namanya ujan, itu buat pikiran orang jadi melankolis. dan mau ngga mau disitulah si kenangan menancapkan giginya tanpa tedeng aling-aling

    BalasHapus
    Balasan
    1. yipi..mungkin dari tiap bulirnya yg turun dari langit itu membawa kembali masa2 yang telah lalu, atau mungkin saat peristiwa itu terjadi langit merekamnya dan lewat hujan, yang seumpama layar, me nyetel kembali apa yg berhasil di rekam..#aah. apasih.

      Hapus
    2. Mungkin ketika hujan itu suhu dan humidity (kelembaban) bertemu pada titik yang membuat orang makin mudah mengingat sesuatu atau pengalaman yang lalu :)

      Hapus
    3. cieeee.. ilmiah bgt. hehehe

      Hapus
  2. tp hujan selalu membatalkan sebuah pertemuan yang telah direncanakan

    BalasHapus