Senin, 15 Oktober 2012

Tentang perjalanan


"jika ingin menjadi manusia yang berubah, jalanilah 3 hal ini : sekolah, banyak-banyak membaca Al-Qur'an, dan berkelana"[1]
lingkar nagrek, Garut 
sebuah perjalanan selalu menyenangkan, tak peduli kemana tujuannya, bagiku perjalanan telah membuka jendela pengetahuan selain membaca, karena tak cukup dengan mempelajari peta untuk mengetahui sebuah jalan tanpa menempuhnya. perjalanan akan mempertemukan kita pada hal-hal baru.


Tersesat, siapa yang ingin tersesat saat menempuh sebuah perjalanan? mungkin tidak akan ada yang mau, setiap orang pasti mengharapkan keselamatan di setiap perjalananya, dan tersesat yang kita takuti itu adalah tak bisa menemukan jalan pulang dan nasib berakhir tragis dengan mati kelaparan hehe..(kebanyakan nonton film)
tapi siapa bilang tersesat itu menyeramkan, bagiku (yang agak lamban dalam menghafal jalan) itu merupakan bonus dari setiap perjalanan, aku pernah beberapa kali tersesat, dan yaa, aku menikmatinya, meski dengan sedikit panik, aku pikir banyak imbalan yang aku dapat dari tersesat, aku bisa tahu tempat-tempat yang tak pernah aku ingin tahu, dan ternyata itu menyenangkan, tapi yaa, aku juga tidak bisa membayangkan bagaimana kondisininya jika harus tersesat sendirian di hutan atau tempat-tempat yang sepi tanpa tanda-tanda kehidupan manusia ^_^, ya itu hanya menghibur diri saja, sekedar jangan terlalu bereaksi berlebihan terhadap sesuatu yang menimpa kita.

perekat persahabatan, bagiku perjalanan juga ibarat lem dalam sebuah hubungan, juga persahabatan, karena dalam perjalanan biasanya karakter-karakter yang dalam keseharian sengaja di sembunyikan itu tumpah semua, dia yang ternyata penakut, dia yang ternyata hebat kalo tertawa, dia yang ternyata egois, ya, bedasarkan pengalamam pribadi memang, tapi ya itulah hebatnya sebuah perjalanan, aku jadi bisa semakin mengenal siapa saja yang rela hadir mengisi setiap episode kehidupanku, dan masih banyak kejutan lain yang aku dapat dari setiap perjalanan.

dan perjalanan juga menuntut kita untuk mampu menghitung setiap resiko, berpikir beberapa langkah kedepan sebelum langkah pertama diambil, dan tentunya banyak hikmah dari sebuah perjalanan.
karena hidup adalah perjalanan dengan tujuan.

dan intinya aku hobi jalan-jalan. hehehe

[1]edensor



12 komentar:

  1. Percaya atau tidak, saya adalah orang yang lumayan sering tersesat. Hatta di daerah Bandung sendiri, saat jalan2 atau pun sekadar cari tempat. Beberapa teman bahkan "alergi" jika bepergian dimana saya adalah penunjuk jalan bagi mereka. Hahaha..

    Anyway, karena dari tersesat itu.. saya pun sepakat dengan tulisan ini: perjalanan menuntut kita untuk mampu menghitung setiap resiko, berpikir beberapa langkah kedepan sebelum langkah pertama diambil. Saya tak ragu mengambil jalan, meski itu salah.. gak masalah, tinggal putar balik. ^__^b

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. ternyata bukan cuma sy yg sering tersesat di kota sendiri, jd inget kejadian bbrpa thun lalu, mencari ponakan yg entah main kemna, eh malah aku yg kesasar di kampung sendiri, yg g luas padahal.. hajuuuh

      Hapus
  2. Saya menyukai perjalanan, apapun dan kemanapun itu. Dalam setiap jejak yang saya buat, dalam setiap ucapan yang terlontar, dalam setiap perilaku, selalu ada cerita di baliknya. Bahagia, duka, haru dan iba selalu saja ada hal baru yang membersamai setiap perjalanan itu. Saat di mobil, saat di motor, di pesawat terbang, di kapal bahkan saat berjalan kaki. Pada setiap lintasan barisan awan, susuran aspal atau di jalan berbatu sekalipun, saya selalu tetap menyukai perjalanan atau minimal berusaha untuk menyukainya ^^

    http://clk7.blogspot.com/2010/12/thats-why-i-love-journey.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. jad, kapan kita jln2 breng ka... hehehe

      Hapus
  3. masalahnya jika terlalu dalam tersesat.. apa kita punya waktu untuk putar arah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, kan kalo udah sadar tersesat pasti langsung cari arah pulang lah qy...

      Hapus
    2. butuh waktu zi.. tapi entah apakah kita punya "waktu" yang cukup untuk pulang.. semakin dalam tersesat kadang membuat orang enggan pulang.. terlalu lelah mungkin..

      Hapus
    3. yaiyalah.... jgnkan perjalanan, ngedip aja butuh waktu... tp ya g serumit itu qy, toh setiap org juga punya takdirnya masing2, klaupun kehabisan waktu di jalan, mau gmna lagi, nawar??
      itulah mangkanya kenapa kita dlm keadaan apapun harus berbuat baik

      Hapus
  4. ......dan ternyata aku juga pernah tersesat, ketika tersadar segera mencari arah putar balik
    nice post :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe... tapi aku sering tersesat ke tempat yang indah.. ^_^

      Hapus
  5. Balasan
    1. jiaaah... cari lapak laen gan ^_^

      Hapus