Jumat, 28 Desember 2012

~aku bahagia ~

Aku bahagia melihatmu bahagia..
Seperti dalam do'a disetiap sujud sepertiga malamku, kau selalu ada diantaranya.
meski bukan aku yang menjadi alasanya, tapi kebahagiaanmu jelas menjadi alasan kebahagiaanku juga, terdengar berlebihan memang, tapi beginilah adanya.
dan mungkin akan lebih indah jika alasan itu adalah aku.

Sebenarnya, aku tak pernah berniat menjadikanmu penting dalam hidupku, tersemat begitu saja, ketika segala tentangmu selalu berhasil menjadi topik utama hari-hariku, tanpa kau berani ku beri tahu.

Aku bahagia melihatmu bahagia..
meski akhirnya aku harus bertemu spasi yang kembali memasang jarak antara aku juga kamu, aku sudah tak berani lagi berkata kita, karena kau telah nampak berbeda.

dan aku akan tetap bahagia melihatmu bahagia..
meski aku semakin takut hilang diantara terangnya cahaya dimasa depanmu,
takut tak mendapatkan apa yang selama ini selalu kau suguhkan,
kekhawatiranmu, perhatianmu, masih tersisakah untukku?
aku takut kehilangan kata-katamu, bahwa aku yang dulu pernah berarti, sekarang hanya wujud manusia tak berfungsi, apapun.

Tapi, bukankah aku telah berjanji pada diriku sendiri, bagaimana pun keadaanku nanti, selama aku masih bisa menikmati senyum yang menyabit diwajahmu, aku harus ikut tersenyum, dan sekali lagi, meski bukan aku alasanya.

Kau tahu, bagaimana takberaturanya perasaanku ketika hanya dalam sepersekian detik laku ku sempurna memudarkan senyumanmu ? aku menangis, memaki diri, meski kau tak pernah secara langsung mengatakan "aku kecewa", tapi aku merasakanya.

Semoga kau tak keberatan, ketika aku mengatakan aku adalah orang paling beruntung berkesempatan mengenalmu, aku suka kau yang selalu memilih caramu sendiri untuk membuatku tersenyum, penerimaanmu, dan aku tak sanggup menuliskannya, terlalu banyak.

dan demi semua kebahagiaan yang pernah kurasakan,
ijinkan aku untuk selalu menjadi temanmu yang baik,
meski akhirnya akan banyak yang harus ku ubah, karena kau telah berubah, sampai kau sendiri yang menutup pintu tekadku tersebut.
meski nyatanya upayaku tak akan mengubah apapun, karena kau tetap pergi.
maka maafkanlah segala janji, yang tak pernah terpenuhi.

Aku bahagia, karena kau telah bahagia..

Tapi, jika suatu saat, kau membutuhkan telinga yang mampu mendengarkan semua tentang luka, kehilangan, atau elegi lainnya dan tak kau temukan,
meski sungguh, aku tak pernah mengharapkan ini, aku ingin kau selalu bahagia.
maka datanglah, kembalilah,
aku masih disini, bersama hujan, selalu berusaha menjadi pendengar yang baik untukmu.

And I, will never leave you alone.
Im not, like the others.
Where they come and go











 Pojok kamar yang berdetak, 28-12-2012
 Aku, selalu bahagia melihatmu bahagia, dan semoga selamanya.



Selasa, 25 Desember 2012

sendiri (lagi)

Aku mulai memutuskan, bahwa menikmati sesuatu dalam dosis yang berlebih memang sangat berbahaya, seperti kebersamaan kita.
Dengan masa depan yang entah akan seperti apa akhirnya, dengan spasi yang kau cipta, meski aku merasa beberapa bagian dari puzzle hidupku hilang (lagi), mungkin itu lebih baik.
Untukku, tentu saja..
Seperti roda yang berputar, mungkin sudah waktunya ada bagian yang kembali ke titik awal.
Seperti kita... bukankah dulu kita tak saling mengenal ?
Seperti juga aku, bukankah sebelum mengenalmu aku juga sendirian ?
Beberapa waktu ini, aku akan semakin sering menghabiskan waktu sendirian.
ah, pasti aku sangat rindu.






selepas hujan, menjelang senja
25-12-2012

Sabtu, 22 Desember 2012

~Ternyata rindu~

Waktu semakin menjauhkanku dari masa itu,
Lalu semakin membuatku khawatir tak bisa mengulangnya di masa depan,
sedang jejak-jejak kenangan masih menari lincah, genit,menggemaskan,
saat-saat bersama mengintip fajar terbit dari celah tenda,
memandang lepas jingga yang juga lahir karenanya,
tersamar kabut yang masih saja mencari perhatian.
Bersama kita berjalan, perlahan dan saling,
membiarkan jejak tertinggal menjadi sebuah kenangan,
yang kemudian kita pungut lagi,
lalu kita bercerita tentang hutan, hujan, angin, kabut, sungai, dingin, puncak dan awan.
sama-sama bertahan dalam gelap dan dingin,
bersembunyi di bawah kanopi dedaunan saat pasukan langit yang menjelma tetes-tetes air mencipta gaduh ketika jatuh menyentuh bumi.

Indah kawan..
ketika kata tak lagi bercerita tentang aku atau kamu,
yang ada hanya kita.

hidup mungkin tak sebening sungai yang membelah alun-alun suryakencana, juga sememesona hamparan edelweissnya.
tapi, mengenal kalian lewat perjalanan ini, mengajarkanku banyak hal,
bahwa sesuatu yang indah, tak bisa didapat dengan cara yang mudah.
maka, berdirilah kokoh, sekokoh pangrango terlihat dari puncak gede.




salam rimba !!

hujan, 22-12-2012
ternyata rindu..


Jumat, 21 Desember 2012

~ Pangrango ~


Bawa aku mendaki pegunungan,
sampaikan aku ke puncaknya,  
aku ingin teriak lepas disana.


Senja ini, matahari turun ke dalam jurang-jurangmu,
Aku datang kembali ke dalam ribaanmu,
Dalam sepimu dan dalam dinginmu
walaupun semua orang berbicara tentang manfaat dan guna,
Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan,
dan aku terima kau dalam keberadaanmu,
Seperti kau di terima aku,
Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
Hutanmu adalah misteri segala
Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta
Malam ini ketika dingin dan kebisuan
Menyelimuti Mandalawangi
Kau datang kembali dan bicara padaku tentang kehampaan semua
"Hidup adalah soal keberanian
Menghadapi yang tanda tanya
Tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar
Terimalah, hadapilah"

Dan di antara ransel - ransel kosong
Dan api unggun yang membara
Aku terima itu semua
Melampaui batas - batas hutanmu
Melampaui batas - batas jurangmu
Aku cinta padamu Pangrango
Karena aku cinta pada keberanian hidup


 Soe Hok Gie
Jakarta 19 - 7 - 1966

Ternyata aku rindu...

Senin, 17 Desember 2012

~akhir~


Maka, jika pun rasa ini harus ku akhiri,
biarkan ia berakhir di kamu.



pojokamar, 17-12-2012

Jumat, 14 Desember 2012

Sudahlah...

Sudahlah...
Aku sudah tidak punya do'a untukmu
Selesai. Tuhan sudah terlalu baik, tidak pantas aku merepotkan Dia terus menerus. Bukankah sudah hampir dua puluh tahun kau sibukkan aku dengan do'a-do'a sebelum tidur?

Lanjutkan hidupmu..
Tetapi, aku tak akan meminta ijin jika sewaktu-waktu ingin menggambar wajahmu, aku harap bukan dengan air mata. Aku bosan. penyiksaan itu sudah menua, ketika setiap ingatan tentang engkau mengubah keceriaan.

Rabu, 12 Desember 2012

~ Tentangmu ~

 Bukan sebuah kebetulan, ketika kau bertemu dengan seseorang yang kemudian menjadi tokoh dalam cerita kehidupanmu, karena setiap orang yang kau temui, pasti akan berpengaruh terhadap hidupmu.
 Apa kau berpikir pertemuan kita juga adalah sebuah kebetulan? seperti dalam drama ketika dua anak manusia keluar dari toko buku lalu bertabrakan, berebut membenahi buku-buku yang jatuh berantakan, dan selanjutnya tak perlu lagi diceritakan >_< korban film

Dan kau tahu sendiri, bahkan tak ada sehelai daun pun yang gugur tanpa sepengetahuan-Nya, dan sebutir biji yang jatuh dikegelapan bumi pun, telah tertulis rapi dalam kitab yang nyata.

Senin, 10 Desember 2012

lalu ?


Apakah yang engkau cari
Tak kau temukan di hatiku
Apakah yang engkau inginkan
Tak dapat lagi ku penuhi
Begitulah aku
Pahamilah aku
Mungkin aku tidaklah sempurna
Tetapi hatiku memilikimu sepanjang umurku
Mungkin aku tak bisa memiliki
Dirimu seumur hidupku
*(samsons: tak bisa memiliki)
Aku hanya berpikir bagaimana perasaan ini menemui keridhaannya. Bahwa dipendam pun, tidak akan membawaku dalam ketenangan.Aku berpikir bahwa hal yang paling indah dari perasaan ini adalah penerimaannya, bahwa ia ada dan bukan mimpi. Meski aku begitu yakin jawabanmu adalah tidak, tapi setidaknya aku tidak tersiksa dalam kegelisahan.


Hujan, 10-12-2012

patah !!

"Bila disana ada bintang yang hilang, maka biarkan matamu berpendar mencari bintang yang datang, Aku berharap bisa melindungimu dari patah hati, tapi itu tak mungkin"

Sabtu, 08 Desember 2012

**Siriusku**


SIRIUS adalah bintang paling terang dilangit malam, di angkasa, diantara bintang-bintang lain yang bersandar di kegulitaan yang sama (fakta)

begitu juga dirimu, entah bagaimna kau bisa mendaki langit dan gemerlap di ketinggian, juga menjadi terterang di jurang curam !!

Kau adalah siriusku !!
Siriusku dilangit, di bumiku.
Walau bukan aku satu-satunya pengagummu yang setia, walau mungkin bukanlah aku yang kau curahi cahaya, tapi biarkanlah aku mencuri segala nyala dan birumu.
hanya hingga kau sadari, kau takkan redup dalam hari-hariku.

** untukmu, bintang inspirasiku **


tiba-tiba pengen repost tulisan ini, tulisan 3 tahun YL, sahabatku yang memberikanya, saat kami menikmati malam bersama, sambil membaca ensiklopedia tata surya :D
"kau bebas memberikan ini pada siapa saja yang kau sayang" katanya indah


Hujan, 08-12-2012

Selasa, 04 Desember 2012

~surat~

Kita pernah merasa ditinggal, sepi, kesal dan asing.
Mencium ketidakberesan jalan hidup, meratapi keluarga yang tak sama dengan yang lain..
Aku pernah melihatmu menangis,.. Dan sejak saat itu aku menahan tangis setiap aku tak sengaja mengingatnya.
Lalu kau melihatku susah, payah.. Dan kau terlihat sama.

Ah, begitu banyak yang bisa ku kenang. Terlebih kau adalah hiburan yang paling berarti.


Kini, kau jauh. Aku ingin kau bahagia selalu, ok.

Aku sendiri, lebih buruk dari kmarin, tapi lebih kuat.

Aku menyayangimu. Kau tahu sendiri, tinggal kamu yang ku miliki...

Balaslah smsku, kabarilah aku kabarmu, dan jangan lupa tanya juga keadaanku.

I miss u saudaraku, sahabatku, yang juga merupakan belahan jiwaku.

Surat ini, aku terima kurang lebih dua tahun lalu, seperti saat pertama, aku tak pernah berhasil menahan bulir-bulir asin yang tumpah melalui sudut mataku, tiap tak sengaja membacanya.
 Kini, kau jauh. Aku ingin kau bahagia selalu, ok. 

ah, rindu datangnya tak kenal waktu.


Hujan, 04-12-2012 

Minggu, 02 Desember 2012

dialog

"mencintai tanpa syarat"

tiba-tiba kalimat itu muncul pada layar di sela pekerjaanku,

"apakah "memiliki" juga berarti sebuah syarat?" aku membalasnya asal.

"entalah, padahal aku hanya ingin memberi, nampaknya sulit memberi pada seseorang yang memang tak ingin di beri"

Kau tahu cinta, jika aku analogikan, ia seperti angin, hanya bisa dirasa, ketika kau ingin memilikinya, maka rengkuhanmu bagai ikhtiar memegang tiupan angin, semakin besar usaha yang kau keluarkan untuk menggapainya, semakin tersiksa hidupmu. Bagai menaiki anak tangga, semakin tinggi engkau berada, jatuhnya pun semakin sakit.