Minggu, 02 Desember 2012

dialog

"mencintai tanpa syarat"

tiba-tiba kalimat itu muncul pada layar di sela pekerjaanku,

"apakah "memiliki" juga berarti sebuah syarat?" aku membalasnya asal.

"entalah, padahal aku hanya ingin memberi, nampaknya sulit memberi pada seseorang yang memang tak ingin di beri"

Kau tahu cinta, jika aku analogikan, ia seperti angin, hanya bisa dirasa, ketika kau ingin memilikinya, maka rengkuhanmu bagai ikhtiar memegang tiupan angin, semakin besar usaha yang kau keluarkan untuk menggapainya, semakin tersiksa hidupmu. Bagai menaiki anak tangga, semakin tinggi engkau berada, jatuhnya pun semakin sakit.


Ah, ingin sekali aku mengatakan bahwa cintaku (juga) bukanlah cinta yang menuntut balas, apalagi berubah menjadi obsesi untuk memiliki, tapi aku belumlah menjadi orang yang setulus itu, entahlah apa rasa ini namanya, keras kepala, egois atau cinta.
Tak bolehkah aku berharap, kelak cinta ini benar-benar menjadi seseuatu yang ber ujud dan berjasad.
dia, seseorang yang yang kepadanya rasa ini terlanjur tersemat.


hujan, 02-12-2012

Kau tahu, hujan juga adalah waktu  yang dijanjikan dimana do'a-do'a kita akan dikabulkan, berdo'alah.
~seseorang yang selalu ingin kusaksikan kebahagiaanya~

4 komentar:

  1. percayalah dia yang kau maksud sudah mengerti dan menagkap isi pesan tulisanmu.., barakallah.., kau sudah "mendapatkannya"... :)

    BalasHapus
  2. cinta.. kadang berwujud ketersiksaan yang indah. atau bahkan.. membuat kita kecanduan? pastinya. hati tak pernah mengeluhkan cinta setersiksa apapun perasaannya. kau tak pernah sendiri. ada hati yang slalu menemanimu.

    BalasHapus
  3. RT "percayalah dia yang kau maksud sudah mengerti dan menagkap isi pesan tulisanmu.., barakallah.., kau sudah "mendapatkannya"... :)"

    BalasHapus