Jumat, 14 Desember 2012

Sudahlah...

Sudahlah...
Aku sudah tidak punya do'a untukmu
Selesai. Tuhan sudah terlalu baik, tidak pantas aku merepotkan Dia terus menerus. Bukankah sudah hampir dua puluh tahun kau sibukkan aku dengan do'a-do'a sebelum tidur?

Lanjutkan hidupmu..
Tetapi, aku tak akan meminta ijin jika sewaktu-waktu ingin menggambar wajahmu, aku harap bukan dengan air mata. Aku bosan. penyiksaan itu sudah menua, ketika setiap ingatan tentang engkau mengubah keceriaan.

Aku tak menjanjikan apapun..
Tidak, bahwa aku akan melupakanmu atau malah mengabadikan tawamu. Bukan kah sejak namamu ada di kepalaku, hampir dua puluh tahun lalu, aku pun tidak pernah berkata apa-apa?

Langit adalah arenamu, terbanglah..
Aku tidak akan berkata apa-apa, ini bukan sebuah pengorbanan, sebab aku memang tak pernah merasa berhak atasmu. engkau akan selalu menjadi keajaiban bagiku. Bahkan diammu, dulu.

Terima kasih,..
Karena engkau pernah menangis untukku. Aku tidak pernah bertanya, dan engkau pun membiarkanya sebagai misteri.
Mengapa harus berkaca-kaca?
Hanya sekali, itu sudah cukup untuk membangun surga di mimpiku. Kau tak harus tahu, penjaraku membuat setiap jeda napasku adalah kebuntuan.

Ada apa di masa depan, biarkan..
Bahkan engkau akan tetap remaja, meski usia kita kelak telah menua. Aku yang berdosa. Bahkan mengingatmu, mungkin adalah dosa. Tetapi, bukankah kau tahu, aku terlahir dengan jubah dosa?

Ah, aku ingin berbagi mimpiku dulu.
Aku hanya butuh sepotong sore yang tenang, angin sepoi, dan helaan pada pucuk-pucuk ilalang. Kita menikmati mmatahari dan sinarnya yang kelelahan.
Tetapi,
Mimpi itu tak akan menyata meski aku memiliki surga.

Kematian tidak akan pernah menyatukan..
Ini aku, gadis kecil yang engkau tahu dulu. Aku meninggalkan sejatinya dirikupada masa hampir dua puluh tahu lalu. tidak pernah benar-benar beranjak dari waktu itu. Aku terperangkap, mungkin selamanya.

Akan tetapi, tak perlu kau pikirkan itu..
Aku sudah terbiasa dengan ini, aku tidak akan apa-apa. Tuhan sudah membekaliku dengan baik. Lewat engkau, Dia memang menjajahku. Tetapi, Dia sudah mengguyuriku dengan kesenangan lain. meski aku benar-benar butuh surga untuk menggantikanmu.

Jadi, sudahlah..
Aku tidak lagi punya do'a buatmu,. Waktu punya caranya sendiri melewatkan segala ini.

Sudahlah, mengepaklah.











Jelang senja sepeninggal hujan, 14-12-2012

 kinanthi terlahir kembali, Tasaro GK

17 komentar:

  1. Sudahlah...

    Sudah 2x kubaca,.. #ambigu
    terlalu sadis ga c??? :D

    Nice post Naura.. ^^

    BalasHapus
  2. hehehe...

    bahasanya yg terlalu tinggi
    atau akunya yg roaming... :D

    Sudahlaahh lupakan saja ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. baiklah.. lupakan saja mba..hehehe

      Hapus
  3. pelepasan yang dewasa..
    semoga ia terus terbang dengan sayapnya sendiri tanpa harus meminjam
    ketegaran pada yang lain.
    tapi, do'a itu jangan kau hentikan kukira, karena ia adalah sayapmu sendiri
    bukan sayapnya.. :D

    BalasHapus
  4. wau gaya bahasanya indah...
    sulit aku menerjemahkannya, terlalu bagus untukku

    tidak menyesal aku menginjakkan kaki diruang indah ini.

    BalasHapus
  5. Mari kita mengepak bersama-sama...
    Cantiknya tulisan ini...

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Rangkaian kata yang indah, namun saya sulit menerjemahkannya. antara Dia, engkau, 20 tahun yang lalu. ah... semakin mencoba, semakin bingung... :D

    BalasHapus
  8. dalam, indah sekali untaian kata yang dirangkai dalam postingan ini

    BalasHapus
  9. bismillahirrohmanirrohiim
    assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh

    Rasulullah bersabda yang artinya : "Makanlah buah zaitun dan pakailah minyaknya karena ia berasal dari pohon yang diberkahi." (Sunan At Tirmidzi 7/44, Shahih)

    info dan pemesanan minyak zaitun,
    silahkan menghubungi ym : berkah.sunnah

    kami tidak hanya berdagang tetapi juga berdakwah

    wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh
    alhamdulillahi robbil'alamiin.

    BalasHapus
  10. Salam kenal... Saya suka catatannya, sulit diterjemahkan tapi tak bosan dibaca... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih sudah berkunjung.. salam persohiblogan :D

      Hapus
  11. Elegi memang paling cocok dinikmati dengan segelas kopi ^^

    BalasHapus