Selasa, 22 Januari 2013

Monolog ~Dia yang (pernah)~

Bagaimanapun, menanam benih itu sangat mudah, tapi kita tidak tahu apakah benih yang kita semai akan kita tuai juga hasilnya, dan ketika kita ingin mencabutnya saat ia sudah tumbuh dan mengakar, butuh usaha yang tidak mudah lagi. Analogikan saja benih itu adalah harapan.

~jangan pernah memberi harapan pada seseorang yang kelak akan kau hempas~

ah, tapi masa depan siapa yang tahu..
begitu banyak ketetapan-ketetapan yang tak mampu kita kendalikan sendiri..
berhusnudzon saja, bahwa dia yang (pernah) memberimu harapan, sesungguhnya tak pernah berniat menghempasmu,
bahwa dia yang (pernah)menyayangimu, sesungguhnya tak akan pernah tega menyakitimu...
bahwa dia yang (pernah) berjanji untuk selalu bersamamu, sesungguhnya tak pernah sengaja untuk meninggalkanmu,
bahwa dia yang (pernah) berkata untuk selalu menjagamu, sesungguhnya tak pernah ingin mengabaikanmu,
bahwa dia yang (pernah) menjadi penghapus air matamu, sesungguhnya tak akan pernah rela menyakiti dirinya sendiri dengan membuatmu dan membiarkanmu menangis..

demi sebuah ketetapan yang tak mampu kau tolak,
maka, maafkanlah..
maka, lapangkanlah..



Siang mentari acuh, 22-01-2013
Dan, pegangi aku ya Allah..
saat langkahku tak mampu lagi berdiri tegak,
maka, jangan tinggalkan aku ya Allah..
saat mata ini tak sanggup lagi menahan kubikan bendungan tangis..

7 komentar:

  1. Ada hikmah di setiap kejadian,
    Smoga di beri kelapangan hati :)

    BalasHapus
  2. Syukurlah Sang Kekasih akan selalu ada bersama kita :’) Meskipun satu per satu manusia pergi, satu per satu yang kita sayangi meninggalkan kita, Dia tetap ada. Menemani dan menjaga kita :)

    BalasHapus
  3. Allah pasti memberikan yang terbaik buat kita, bertawakalah :)

    BalasHapus