Rabu, 16 Januari 2013

~Terimakasih~

Aku tidak tahu ujian seperti apa lagi yang sedang Tuhan siapkan untukku, tidak ada yang mampu meramalkan masa depanku bukan?
Tapi mungkin, lewat semua ini, Tuhan juga sedang melatih hatiku untuk lebih kuat lagi.
Kebaikanmu, terlanjur membuatku berhutang banyak kebahagiaan padamu,
dengan do'a, mungkin hanya sekedar itu aku baru mampu membayar, ku rasa itu pun takkan pernah cukup untuk melunasinya..

Mungkin memang sudah saatnya semua harus berubah,
kau benar, begitu banyak perbedaan yang tak mungkin bisa kita sangsikan,
tapi aku, terlalu memaksakan keadaan ini, menerobos rambu-rambu kenyataan,
mengingkari akal sehatku sendiri..
Ah, sudahlah yang terpenting, hatiku terasa lebih baik sekarang..
Terimakasih untuk semua teladan..
untuk semua perhatian, kekhawatiran..
untuk semua petualangan dan pengorbanan..
dan maaf, bahkan sampai hari ini aku seperti tak bosan merepotkanmu,
juga untuk tak mampu memberi dan menjadi yang terbaik untukmu selama ini..

Maaf, bila beberapa waktu ini, kau terganggu dengan sikap kekanak-kanakanku, entahlah,, sering sekali aku tersesat dalam pikiranku sendiri, aku berusaha keras melarikan diri dari perhatianmu, hanya karena tak ingin lebih sakit lagi, tapi, keadaanya malah semakin buruk, membuatku terpuruk, kemudian aku berharap kau mengkhawatirkan keadaanku.. konyol.
Saat itu, aku sedang berusaha memulihkan hati, jujur saja, berjarak denganmu seperti mimpi buruk yang menyata. Tanpa aba-aba apapun, hatiku dibuat hujan, dan pawangnya, menyatu dengan hujan, kau mengerti kan?

Seperti yang selalu kau katakan "boleh sedih, tapi jangan lama-lama, secukupnya aja"
Sekarang aku sadar,
Ada hidup yang harus aku lanjutkan..
Banyak harapan yang harus aku wujudkan..
Mimpi yang harus aku selesaikan..
Kebahagiaan yang harus aku perjuangkan..
meski ketiadaanmu nanti disisiku pasti akan berbekas..
Namun untuk sebuah alasan yang tak mungkin aku tolak..
akupun sama sepertimu, ingin kita bahagia..


Demi semua kebahagiaan yang pernah kudapatkan,

sesakit apapun, aku akan tetap tersenyum,
Paling tidak, aku harus menyembunyikan kesedihanku,

dan semoga kau tak keberatan memberiku kesempatan untuk memperbaiki semuanya, meski takkan seutuh dan sesempurna awal kita saling mengenal.

Ah, se(pura-pura) kuat apapun, aku manusia juga, memiliki hati.


Hujan se(1/2)hari, 16-01-2013
Aku hanya butuh teman, tidak untuk mencintaiku,

cukup menjaga perasaan ini,
bersedia memberikan pundaknya saat aku ingin menangis,
atau menyediakan sepasang telinganya saat aku ingin bercerita, mengeluh tepatnya.

7 komentar:

  1. "boleh sedih, yp secukupnya saja..."
    keren dan bermakna...

    BalasHapus
  2. Si Kuning pmberian tmen wktu SMP dlu,,
    sampai skrang jd ska sma Icon Smile Face,,

    Smoga di beri pengganti yang bisa mengerti sepenuh hati mbak :)
    #sotoy ga ya?? hehe

    BalasHapus