Rabu, 13 Februari 2013

~Hujan~

 


Aku adalah keindahan yang dipersiapkan langit penyempurna dunia
Menjadi butir paling indah yang dipersembahkan oleh awan yang berarak
Menjadi tetes paling berharga bagi semesta kehidupan
Untuk benar-benar pasrah dialirkan diantara pasir
meraba bebatuan,
menyapa dedaunan,
menyentuh akar-akar pohon dan melarungkan aku dalam gelora anak sungai yang membawaku ke pangkuan lautan luas...

Meski pada kenyataannya tak ada yang benar-benar mengerti tentang lukaku, deritaku..
Betapa kuat aku terhempas di tanah
Tersesat diantara bebatuan
Tercabik oleh dedaunan,
dan tenggelam dalam tawa alam raya


Bahkan,
Tak ada lagi yang menjawab salamku,
Menjadi benar-benar terlupa,
Untuk kembali dipasrahkan kepada langit,
Untuk mengulang deritaku,
Untuk sekali lagi dihantamkan,
Sekali lagi dibuat luka.




~Q~

Hujan, 13-02-2013

14 komentar:

  1. kenapa diri ini selalu susah memahami puisi :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe.. sering2 aja baca puisi ^_^

      Hapus
  2. baguuuss, azi... kereennn :)

    BalasHapus
  3. “apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
    ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”

    BalasHapus
    Balasan
    1. kita saling menatap hujan yang turun dengan gelisah
      mengubah belaian malam yang menjadi dingin
      kita semua pernah merasa kehilangan
      tapi aku tak pernah ingin kehilanganmu

      Hapus
    2. Embun mengalir pelan dari gurat kenangan kita
      Kenangan yang sengaja terlupakan dan berubah suram
      kita berpandangan begitu dingin
      Berusaha mencari sisa rindu yang terlanjur menjadi masa lalu

      Apakah kau begitu berubah oleh waktu yang berjalan
      Melupakan tetesan hujan saat kita berebut menggapai tetesannya
      Hujan yang begitu menyedihkan

      Kita hanya berusaha menyembunyikan rindu
      Tapi rindu yang nantinya akan menemukan kita

      Hapus
    3. Tidurlah yang lelap dan bermimpilah yang indah
      Jika kau merasa kehilangan seseorang
      Kau tak pernah kehilanganku
      Tak pernah kehilangan kasih sayangku

      Hapus
  4. Seperti itukah derita si hujan? yang kita tahu hujan selalu membawa kenangan ya, tanpa peduli sebenarnya apa yang mereka rasakan. Ini juga bisa diganti tokohnya menjadi manusia. Kereeen...

    BalasHapus