Rabu, 27 Maret 2013

will you ?

Apakah ada bedanya ketika sendirian dengan beramai-ramai tapi diabaikan?
Apakah ada bedanya ketika berada ditempat yang baru dengan berada diantara orang yang telah saling mengenal tapi diasingkan?

Kamis, 21 Maret 2013

~main hati~


Setiap luka pasti akan sembuh,
tapi kau tak pernah tahu kapan, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk kembali menata hati yang terlanjur tersakiti, belum lagi jika harus ditambah dengan menyamarkan bekasnya.

Pernahkah kau membayangkan,
perjuangan si sakit hati dalam menyiasati luka dan kecewanya?
Bagaimana dia berjuang membuang dendam?
bekerja keras membendung benci?
Betapa lelah menyembunyikan luka?

betapa banyak rasa yang dia korbankan demi berujar ikhlas dan memberikan maaf?
mungkin tidak, 
sampai kau sendiri yang mengalaminya.
 

perlukah kau tahu,
ada hati yang sakit tapi tak pernah berhenti mendo'akanmu,
berharap kebahagiaan dengan menyaksikan kebahagiaanmu,
Untukmu do'a-do'a itu terlontar, meski kekuatanya tak pernah berhasil membuatmu merasakanya...


dan ketahuilah,
di atas semua kebahagiaan yang kau rasakan, ada do'a dari orang-orang yang menyayangimu, tanpa kau sadari keberadaanya...

Lalu, dari semua yang telah dia lakukan, tak cukupkan untuk menjelaskan, bahwa kau itu istimewa?




mengeja hujan, 21032013
Rabb, jaga hatiku T_T




Jumat, 15 Maret 2013

~menjagamu dengan do'a~


"gak ada permen gak asik, ga ada kabar dari kamu, gak aneh !!"

Dalam hidup, ketika kita memutuskan untuk mengenal orang-orang (yang tadinya asing) disekitar kita, terkadang ada beberapa orang yang akan meninggalkan kesan berbeda, ah entahlah apa namanya, orang tersebut bisa saja dengan mudahnya mendapatkan porsi lebih untuk menempati ruang pikir kita, selalu kita rindukan kabarnya, kita khawatirkan keadaanya, meski kadang, semua bentuk kepedulian itu harus di uji dengan ketidakpekaan orang tersebut. padahal kita sanggup mengkhawatirkanya dalam keadaan kita yang mengkhawatirkan sekalipun, tapi lagi-lagi kita tidak bisa memaksa orang lain untuk peka terhadap apa yang kita rasakan bukan?

tapi, seperti yang Salim A. Fillah tulis di dalam dekapan ukhuwahnya, "Kepedulian bukanlah sekadar rasa ingin tahu, kepedulian kadang tampil dalam bentuk kesadaran bahwa mungkin kita belum perlu tahu sampai tibanya suatu waktu. Maka kesabaran akan menuntun kita untuk tahu, disaat yang paling tepat, dengan cara yang paling indah. Belajar mengerti dengan kelembutan nurani"

Jadi begini zi, ketika semua bentuk kepedulianmu untuknya hanya terbalas dengan diabaikan, dan berbuah rindu yang tak berkesudahan, sesungguhnya kau selalu memiliki do'a untuk tetap menjaganya, bukankah itu lebih baik?
Jadi anggap saja semua pengabaian atas pertanyaan "apa kabar" mu itu sebagai jawaban paling baik, dia tak memberi kabar, berarti dia baik-baik saja.
dengan begitu, kau tak akan kehabisan do'a untuknya, karena kekhawatiranmu juga yang terus mendorongmu untuk tak selesai mendo'akanya, bukan begitu?
semoga.

~Jadikan robitoh pengikatnya, jadikan do'a ekspresi rindu~*

Senja menua, 020313
 kepadanya yang telah menyemai rindu




*senandung ukhuwah,Sigma

Rabu, 13 Maret 2013

Kau

Pukul lima lewat sembilan belas menit,
Jingga kemerahan mulai menabur pesona dilangit barat,
masih lewat jendela yang sama sejak hampir setahun ini,
memandang kosong pada semua hal yang tertangkap netra,
ketiadaan.
Aku kembali menyusun puzzle kenangan,
berusaha, memaksa menghadirkan hal yang sejatinya telah pergi, kau.




Senja, 13032013
Dari pojok ruang, tempat dimana segalamu bisa tiba-tiba menawanku lewat ingatan,
tanpa aba-aba.