Selasa, 11 Juni 2013

u s a i

Masihkah kau ingat, ketika suatu malam yang masih mengurat sisa-sisa purnama
sebuah pesan kau hantar
bukan puisi pun sajak, kejujuran kau bilang.
Aku masih,
sesekali ku tengok meski dengan getar rasa yang tak lagi sama
terkadang, basah seperti menganak sungai di pipiku

Ketika itu, sebuah kekuatan yang entah berasal dari mana
berhasil meroboh pertahanan keluguan rasa
Keberanian, ku kira .
kini hilang, bahkan jejaknya
seolah aus semuanya, mungkin hingga partikel terakhir.

Dari sini kusampaikan, aku baik-baik saja
Ketika langit mengabarkan tawamu,
diwaktu yang sama ia juga memahkotaiku dengan kesedihan,
bukan, bukan karena aku tak rela kau bahagia
sayang, aku hanya menyesal karena tak utuh tahu cara membahagiakanmu
ah, aku jadi ingat bagaimana kita berebut menjadi telinga untuk sebuah kata "saling"

sekali lagi kukatakan, aku baik-baik saja,,
nyatanya masih banyak pelajaran yang belum utuh keselesaikan,
belajar  berujar ikhlas ketika segala terambil dariku,
rasa hanyalah sebuah persepsi bukan?
mungkin sama dengan banyak hal yang aku juga kau temui di dunia ini,
ia juga memiliki batas sampai waktu tertentu.
ah..sudahlah, bukankah seharusnya aku bisa melepaskan apa yang mesti dilepaskan.

Saat terbangun esok,
aku berharap telah bahagia karena bisa melupakan kesakitan darimu,
mungkin tersebab do'amu juga..
sudahlah, ini harus selesai
sudah saatnya aku sadar tentang semua hal bodoh ini,
merindukanmu begitu berat dan melelahkan,
namun aku tahu diri, ketika denganmu aku serupa ketanpaan sedangkan kau adalah ketakberhinggaan
kini kembalikan saja aku pada sunyi, tempat dimana segalaku bermula



2 komentar: