Rabu, 03 Juli 2013

Juni

Ini bukan tentang pengorbanan,
bukankah sejak awal memang sudah seharusnya aku tahu diri tentang segala hal bodoh ini,
aku siapa dan engkau siapa
meski mereka bilang bahwa cinta tak mengenal kasta, usia, apalagi rupa,
tapi kau memang serupa utuh purnama dan aku pungguk yang merindu.

Aku tak mengerti cinta, aku tak butuh bingung.
Tentang bagaimana seharusnya aku menjaga dan merawat rasa ini,
Tentang bagaimana sebaiknya aku berlaku,
Tentang seperti apa cara terindah untuk membahagiakanmu,
Dalam rindu yang ku sisipi istighfar di setiap jedanya,
Aku takut, takut berdosa karena merindu seseorang yang bukan hakku

Ar-Rahiim.. Bukankah tak pernah aku meminta siapa, dan ketika kau menitipkan rasa sayang dihatiku untuknya, ampuni aku yang tak mampu menolak dan meredamnya.

Aku tak berdaya memilikimu, meski tak sampai menangisi ketanpaanmu juga.
Saatnya tiba, pengakuan.
Sebagai bingkisan perpisahan, aku mencintaimu.


"Segala kebaikan takkan terhapus oleh kepahitan,
kulapangkan resah jiwa, karena ku percaya kan berujung indah"

Ampuni dosaku, ampuni dosa nya, dan jagalah dia dalam sebaik-baik penjagaan-Mu
Juli, senja ketiga 
Amsaina, kamu.


5 komentar:

  1. haih ini yang random.. ngalor-ngidulnya sebegeninya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha... nunggu ujan sih ini,, :P
      eh, aku lho gbisa buka beberapa postinganmu naah.. >_<

      Hapus
  2. ini bukan random, jelas sekali ini bukan random :D
    tapi curahan hati.. iya kan nizz

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha,, apapun deh.. asal kau bahagia :P

      Hapus
  3. kebayang andai dia baca postingan ini ya

    BalasHapus