Sabtu, 28 September 2013

Do'a itu : S e m o g a



Ada yang menghitung usia kita, yang mangantarkan kita pada detik-detik yang semakin rapuh.
Kau tahu, bahwa hidup adalah pengulangan, sebagaimana aku, yang mengulang-ulang kebahagiaan bersamamu. seperti juga rasa terimakasihku yang berulang hanya berupa tulisan, rupanya aku masih saja belum mampu memberimu lebih, maaf.

Aku pernah mencoba merangkummu dengan tulisan, tapi hanya sepersekian detik segalamu merampas semua kata yang sempat terlintas , hari ini, aku menyadari satu hal, bahwa memang kau hanya mengizinkanku mengenal satu kata saja : b a h a g i a
sederhana, tapi cukup membahasakan segalanya, tapi begitulah kau, kesederhanaan yang tak pernah mampu ku bahasakan.

Walau begitu, kebahagiaan memiliki ujiannya sendiri, karena memang sejatinya tak ada manusia yang nihil dari kesedihan, tapi, adalah hal yang berusaha kita yakini bersama, bahwa setiap kesedihan akan membuka pintu untuk lahirnya kebahagiaan-kebahagiaan yang baru, kan?

Pada pengulangan yang kesekian ini, ada yang bertambah dan berkurang bersamaan : pengalaman dan kesempatan.
Dari pengalamanmu, aku telah berguru banyak dan mencuri pelajaran baik darinya.
Pada kesempatanmu, yang entah masa depan seperti apa yang akan menyambutmu, mungkin aku hanya mampu berusaha menjaga do'a-do'a agar tetap utuh untukmu, menitipkan segala kebaikan hati dan wujudmu pada sebaik-baik penjagaan-Nya.

Lagi, terimakasih karena telah memberi banyak hal yang kurindukan..
bahwa mengenalmu, menjadi dekat denganmu adalah satu dari sekian banyak nikmat yang (semoga) tak pernah luput ku syukuri.
tetaplah hebat, yang mampu menjadi nasehat untuk semua kebebalanku, redakan liarnya ambisiku, pemberani untuk setiap rasa takutku, juga pelengkap untuk segala keterbatasanku.
untukmu, aku selalu mampu lagi menjadi penyemoga, semoga kata-kataku tak berhenti hanya sekadar kata, semoga ia menjadi nyata senyata-nyatanya kebahagiaan yang selalu kau harapkan dan ku aamiinkan dalam diam.

Miladuka sa'id. . .
Selamat mengulang Septembermu, selamat memanen do'a-do'a dari benih kebaikan yang kau semai pada banyak wajah yang tersenyum karenamu.
Semoga Allah menjaga kebaikan dunia dan akhiratmu..
Semoga berberkah panjang usia kebahagiaanmu, bahagia sampai Surga ^_^

Jumat, 20 September 2013

Ciremai (3078mdpl) ~ catatan (sepanjang) perjalanan~

~Dialah yang menjadikan bumi ini untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya...... ~ (QS:67:15)

Dari sinilah saya memulai penjelajahan, berjalan menuju ketinggian, melihat dunia dari dimensi yang lebih tinggi.

Ciremai, mendengar nama itu selalu saja membuat saya berandai mendapat kesempatan liburan panjang, dan menapakan kaki di tanah tertinggi Jawa Barat itu, dan atas takdir Allah, Alhamdulillah, kesempatan itu datang tahun ini, dengan segala kemudahan yang menyertainya :D

Gunung ciremai, termasuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, yang memiliki luas sekitar 15.000 ha, gunung dengan ketinggian 3.078Mdpl ini merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat, lokasinya terbagi kedalam dua wilayah Kabupaten, sebelah Barat termasuk Kab. Majalengka, dan Sebelah timur termasuk Kab. Kuningan.(berbagai sumber)

Dingin mulai menyapa kami saat memasuki kota Kuningan, tepatnya daerah mana, saya juga kurang hafal, ini kali pertama saya berkunjung kesini, setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, berangkat dari Sukabumi, kemudian janji temu dengan 4 sahabat perjalanan saya yang lain di terminal cicaheum-Bandung, lalu bersama-sama meluncur ke kota ini, kota yang menjanjikan pengalaman baru bagi kami. Sekitar pukul 20.00 kami sampai di mesjid Syiarul Islam, mesjid yang megah berdiri kokoh di pusat kota, beberapa sahabat nampak sudah menunggu lama disana.

Pagi datang diiringi dengan kegembiraan, kami akan berpetualang hari ini, setelah menghabiskan sisa malam untuk memaksimalkan persiapan.
angdes yang akan mengantar kami ke resort


Sabtu, 14 September 2013

mau Do'a apa?


Ada pertanyaan dari beberapa rekan kerja, guru lebih tepatnya. yang Alhamdulillah tahun ini mendapat panggilan Allah untuk ziarah ke tanah Haram, menunaikan rukun Islam yang ke-5 #bahagia

Pertanyaan yang nyaris sama, hampir setiap orang yang akan berangkat kesana, "mau nitip do'a apa zi?"
"tentunya yang baik-baik tadz, aku bantu aamiinkan dari sini" ku jawab saja begitu.
Karena tentu tidak akan disebut do'a kalo yang buruk-buruk, kan?
"salah satunya?" beliau bertanya lagi,
"Do'akan saja semoga semua do'a-do'a yang ku panjatkan, menjadi do'a yang cepat mencapai Arasy-Nya, dan terkabulkan"
Beliau nampak bingung juga dengan permintaan saya.
"tentu yang nitip do'a ke ustadz bukan cuma aku kan, jadi aku minta yang simple aja " #padahal penuh modus
"Curang kamu" beliau tersenyum

Kupikir sih, itu bukan kecurangan, itu strategi, toh, tak merugikan yang lain :D #ego
Karena diantara do'a-do'a nya, ada do'aku juga, tentu aku berdo'a untuk terkabulnya semua yang menjadi do'a nya, (puyeng kan?, aku gak) #mutualisme

dan jadilah kami saudara muslim yang saling mendo'akan dan mengaamiinkan ^_^

Dialog maya senja kemarin.. 130913

Jumat, 13 September 2013



"kau tak perlu menjadi gila, untuk tahu bagaimana rasanya ketika orang yang (mengaku) menyayangimu pergi atau membiarkanmu, kau hanya perlu menunggu"

" tapi dia bilang tidak akan meninggalkanku"

"kau tahu apa artinya itu?

"ya, dalam waktu yang sama ketika dia mengatakan itu, aku akan sendiri"

Kamis, 12 September 2013

Rumput senyummu



Lays rasa rumput laut, selaut rumput-rumput senyummu
Aku membungkusnya rapi, dalam hati.

Boleh ku minta benih-benih rumputmu? atau ku curi saja seizinmu, bagaimana?
Biar saat gersang menculikmu dariku, akan ku semai lagi benihnya hingga tumbuh rumput-rumput baru, yang meneduhkan lagi.

Seperti hujan, aku ingin jadi perindu yang tenang..
jangan jauh-jauh dariku.





________________________________________________________________________120913,

Selasa, 10 September 2013

pentul korek


Ada masanya ketika kau merasa telah berupaya cukup keras dalam hal membahagiakan orang yang kau sayangi, padahal nyatanya keberadaanmu dan semua hal yang telah kau lakukan hanya ibarat cahaya pentul korek di siang bolong, tak pernah berperan penting.



_________________________________________________________________ jiw, 10_09