Jumat, 11 Oktober 2013

Saling


~Namun saat kau rasa pasir yang kau pijak pergi, akulah lautan memeluk pantaimu erat~ -Aku Ada- #dee
 
Terkadang, kita tak harus selalu mengerti tentang mengapa perasaan menyampaikanmu ke titik ini, meski ia bertahta di hatimu, tapi siapa sejatinya pemilik hati, pemilik kita?

Maka dengan apa aku bisa melenyapkan segala berat yang menekuk wajahmu?
Apakah perlu aku menyanyikan lagu dangdut sambil berputar pada tiang-tiang penyangga seperti artis India, atau meniru gaya shikat miring yang lebih jayus dari Danang dan Darto demi melihat sabit lagi pada wajahmu?
Entah lucu atau malah telihat gila dimatamu.. tapi bagaimana mungkin kau memintaku tetap tersenyum, sedang aku tahu alasanmu untuk itu telah sangat rapuh dan hampir runtuh?

Setiap kita, pun kamu, mungkin pernah merasa bahwa kehidupan telah begitu menelantarkanmu, hanya tersebab suatu kondisi yang tak seideal harapanmu.
Setiap ujian, setiap masalah, adalah batu loncatan yang bisa mengantarkan kita ke posisi yang lebih tinggi, seperti katamu. Ketika kita berhasil menyelesaikan satu masalah, artinya kita harus bersiap dengan datangnya masalah yang lebih besar dari sebelumnya, sejatinya, bobot masalah itu seringnya berbanding lurus dengan kekuatanmu untuk menyelesaikannya, tak pernah lebih besar. masih katamu.

Jadi, maukan kita sama-sama menguatkan keyakinan pada “Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.”Setelah ini, jangan pernah merasa lagi bahwa kau sendirian, ada pertolonganNya yang selalu dan begitu dekat.

Untuk hari- hari mu, ketika kau merasa sendirian, merasa semua manusia meninggalkan, kau cukup meyakini, bahwa kau adalah bagian dari banyak hal, seseorang, aku misalnya.
Untuk sebuah senyuman, aku ingin kita yang saling.

Selalu ada yang diam-diam mendo'akanmu. dalam-dalam.
Percayalah.


_____________________________________________________________________dzulhijah hari ke 6.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar