Kamis, 05 Juni 2014

Hujan (pertama) bulan Juni

Pada tiap-tiap do'a yang kulangitkan kala hujan menyapa bumi, petrichor yang menyapu jejak kemarau yang risau.
Lewat kepulan asap dari secangkir coklat panas aku menemukan keteduhan yang lain yang disuguhkan hujan, dan lewat matamu aku menemukan hal yang sama yang telah mati-matian kusembunyikan setiap kali kita tak sengaja bertemu pandang; tentang harapan dan kekhawatiran, rindu dan ketakutan, cinta dan keberanian.
Kemudian aku tahu, diam-diam kau juga telah membacanya dari mataku.
Diam-diam, kita telah melangitkan do'a yang sama karenanya, meski tak selalu, tapi kita pernah.
Aku cukup mengerti perjalanan (rasa) ini tak seringan terlihatnya hujan terjun dari langit ke bumi.
Karenanya, semogaku kali ini tentang kelapangan hati jika suatu hari harus menyaksikanmu menyerah yang artinya aku akan melanjutkan perjalan yang terlanjur ku mulai ini sendirian.
Tak ada yang salah, ketika akhirnya kau memilih pergi dan meninggalkanku, aku tahu, bukan berarti kau tak bersungguh-sungguh memperjuangkanku, hanya saja begitu banyak hal dalam hidup ini yang memang tak bisa dipaksakan.

Ada orang-orang baik yang sengaja dihadirkan dalam hidup kita hanya untuk menguji perasaan kita. Bukan untuk menjadi pasangan hidup kita.

Senja di Hujan pertama bulan juni.
__Np: one last cry; Brian mcknight__