Senin, 29 September 2014

Langit semoga(ku)

Nyaris tak ada semoga-semoga yang tersisa untuk kutulis, sebab ia telah lebih dulu menguap ke langit, ketika malam menjadi sejatinya; Sunyi. Berharap ia kembali ke bumi dalam wujud pengabulan-Nya.
Pada detik ketika ranting usia  meranggas satu-satu, semoga disusul dengan tumbuhnya pucuk-pucuk syukur yang semakin subur

Selamat mengulang Septembermu, selamat memanen do'a-do'a dari benih kebaikan yang kau semai pada banyak wajah yang tersenyum karenamu.
Semoga Allah menjaga kebaikan dunia dan akhiratmu..
Semoga Allah selalu mencintaimu, lebih dari cinta terbesar yang mampu kami berikan.
Barokallah, semoga dipanjangkan usia dalam keberkahan dan ketaatan.

Hey..Cheers Up !!
Selamat menyambut hari-hari yang semakin menghebatkanmu ({})